Ecoprint, Cara Sederhana Berpihak Pada Bumi di Akhir Pekan

Klikhijau.com – Ecoprint itu perkawinan dua kata. Eco dari kata ekosistem (alam) dan print yang artinya mencetak. Ecoprint bisa diartikan sebagai proses untuk mentransfer warna dan bentuk ke kain a...

Ecoprint, Cara Sederhana Berpihak Pada Bumi di Akhir Pekan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Ecoprint itu perkawinan dua kata. Eco dari kata ekosistem (alam) dan print yang artinya mencetak.

Ecoprint bisa diartikan sebagai proses untuk mentransfer warna dan bentuk ke kain atau kertas melalui kontak langsung.

Warna yang ditransfer adalah warna alam dari tumbuh-tumbuhan. Teknik pewarnaan ecoprint yang dipelopori oleh India Flint.

Metode ini dianggap lebih ramah lingkungan. Ini merupakan  perkembangan dari ecofashion untuk menghasilkan produk fashion yang ramah lingkungan.

Namun, seiring dengan berputaran waktu teknik ini semakin melaju dan berkembang. Cara melakukan ecoprint tidak terlalu ribet, cukup menempelkan tanaman yang memiliki pigmen warna kepada kain yang kemudian direbus di dalam kuali besar.

Endah Saptutyningsih, Dyah Titis Kusuma Wardani (2019)  menjelaskan cara menggunakan teknik ini, yakni tanaman yang digunakan harus tanaman yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap panas, karena hal tersebut merupakan faktor penting dalam mengekstraksi pigmen.

Menurutnya, saat ini batik ecoprint dapat dijadikan tren gaya hidup masyarakat ramah lingkungan karena menggunakan bahan dedaunan dan bunga yang berasal dari alam dan sama sekali tidak menggunakan bahan kimia.

Atika Maharani (2018) dalam skripsinya yang berjudul Motif dan Pewarnaan Tekstil di Home Industry Kaine Art Fabric “Ecoprint Natural Dye” menjelaskan bahwa motif yang tercipta dari bahan print yang berasal dari alam menunjukkan bentuk dan tekstur yang sangat mirip dengan aslinya dengan hasil warna yang sesuai dengan kandungan bahan alam itu sendiri.

Digunakanannya zat warna alam sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan akibat penggunaan zat warna sintetis (Djandjang Purwo Sedjati dan Vincentia Tunjung Sari, 2019).

Tidak harus kain

Pada tahun 2019 lalu, seperti dilansir dari Mongabay Rumah Sanur, Denpasar mengadakan Workshop Ecoprint yang  diperuntukkan bagi warga penyandang disabilitas atau difabel di Bali. Pelatihan itu Dipandu Novieta Tourisia, pendiri Cinta Bumi Artisan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2