Dunia Serangga Segera Berakhir?

Klikhijau.com – Pagi masih belia. Namun, berita miris telah bertandang, yakni dunia serangga segera berakhir. Padahal makhluk kecil itu  memiliki peran penting bagi ekosistem. Namun, sepertinya kur...

Dunia Serangga Segera Berakhir?
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Pagi masih belia. Namun, berita miris telah bertandang, yakni dunia serangga segera berakhir.

Padahal makhluk kecil itu  memiliki peran penting bagi ekosistem. Namun, sepertinya kurang mendapat perhatian.

Dari 5,5 juta serangga yang ada di dunia, baru 20 persen yang teridentifikasi. Dan sisanya yang 80 persen populasi serangga semakin berkurang jumlahnya.

Di dunia ini banyak spesies serangga memiliki peran penting yang tak tergantikan, termasuk penyerbukan serta pengendalian hama.

Dan meski memiliki peran yang sangat penting, rupanya serangga berada pada gerbang kepunahan. Dunia serangga bisa saja berakhir alias kiamat. Dan ancaman ketiadaannya akan mengacaukan dunia ini.

Bisa dibayangkan pada tahun 2017, Caspar Hallman dari Radboud University, Belanda  melaporkan bahwa dia  menemukan  populasi serangga terbang di cagar alam Jerman menurun lebih dari 75 persen selama 27 tahun terakhir.

Laporan itu tentu saja terdengar miris mengingat serangga dan tumbuhan adalah penyusun dasar kehidupan. Peran serangga sangat vital bagi ekosistem.

Penurunan serangga tersebut menurut laporan Bayo dan Wyckhuys  tetap terjadi meskipun di kawasan cagar alam yang masih belum terjamah. Lalu bagaimana dengan cagar ayam yang telah bersentuhan dengan manusia?

Pertanyaan itu tentu saja menggelitik. Mengingat peran serangga sebagai penyerbuk, pengontrol hama, pengelola limbah dan pengurai jasad. Selain itu, serangga adalah makanan bagi hewan lain.

“Jadi bayangkan jika serangga punah akan banyak jasad yang menumpuk dan tidak terurai,” ungkap Djunijanti Peggie, peneliti bidang Entomologi Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia seperti dikutip dari lama resmi LIPI, Rabu, 10 Juni 2020.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2