- Duka Sumatera, Peringatan Bulukumba!, Andi Utta Ajak Galang Bantuan dan Tegaskan Ancaman Bencana Akibat Rusaknya Hulu - 01/12/2025
- Masa Depan Tumbler, Solusi Semu atau Pilihan Bijak di Tengah Badai Sampah - 30/11/2025
- Respon Serius Krisis Iklim Makassar, UnhasGandeng Multi-Pihak Siapkan KKN Tematik Perubahan Iklim - 25/11/2025
Klikhijau.com – Musibah besar yang melanda Pulau Sumatera pekan lalu, yang menewaskan lebih dari 400 jiwa dan meninggalkan ratusan lainnya hilang, telah menyentuh hati para pemimpin daerah di seluruh negeri.
Tak terkecuali Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, atau yang akrab disapa Andi Utta, yang langsung menyampaikan keprihatinan mendalam.
Dalam Apel Gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di halaman Kantor Bupati, Senin (1/12/2025), Andi Utta mengeluarkan instruksi tegas, semua jajaran OPD wajib berempati dan menggalang bantuan untuk disalurkan kepada para korban, khususnya di Tapanuli, Sumatera.
“Saya minta kita semua, saya minta semua jajaran OPD untuk peduli dan membantu saudara-saudara kita di Sumatera, terutama di Tapanuli,” ungkapnya, menunjukkan solidaritas kemanusiaan tanpa batas wilayah.
Bencana Bukan Takdir Semata: Peringatan Keras untuk Bulukumba
Keprihatinan Andi Utta ternyata tidak berhenti pada upaya penggalangan dana. Peristiwa tragis di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh ini dijadikan cermin dan peringatan keras bagi seluruh elemen Pemerintah Daerah dan masyarakat Bulukumba.
Secara blak-blakan, Andi Utta menegaskan bahwa bencana alam seperti banjir dan longsor seringkali terjadi bukan hanya karena faktor alam, melainkan akibat ulah dan ketidakpedulian manusia sendiri.
“Terjadinya banjir dan longsor karena kita sendiri. Mari sama-sama melihat lebih mendalam seperti apa penyebab terjadinya bencana di sekitar kita,” ujar Andi Utta.
Menurutnya, penyebab utama banjir adalah ketidakpedulian terhadap serapan air di daerah ketinggian atau hulu. Anggaran pembangunan besar-besaran yang sudah disiapkan Pemkab bisa menjadi sia-sia dan “disikat habis oleh air” jika masyarakat abai menjaga lingkungan.
Jaga Hulu, Selamatkan Hilir
Pesan penting yang disampaikan oleh Bupati Bulukumba adalah filosofi sederhana namun mendasar tentang keseimbangan alam, Menjaga Hulu.
“Kalau kita tidak jaga di hulu, hilir akan habis. Biar rumah kita cantik-cantik, akan habis disikat bencana,” tegasnya.
Ia pun memberikan solusi konkret yang harus segera menjadi perhatian bersama,Menjaga tanaman serapan air di daerah ketinggian. Melindungi area-area aliran sungai.
Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa upaya pencegahan bencana adalah tanggung jawab kolektif. Bupati Andi Utta tidak hanya berduka untuk Sumatera, tetapi juga sedang memimpin upaya antisipasi agar Bulukumba tidak mengalami nasib serupa.
Sebuah kesadaran bahwa tragedi di Sumatera adalah cermin bagi Bulukumba. Kepedulian terhadap korban bencana di seberang pulau harus berjalan beriringan dengan komitmen menjaga ‘rumah’ sendiri.
Sebab, keselamatan di hilir, termasuk semua pembangunan yang dibanggakan, sangat bergantung pada seberapa serius kita menjaga kelestarian kawasan hulu. Sebuah panggilan untuk aksi nyata, sebelum penyesalan datang terlambat








