Dianggap Membawa Keberuntungan, 4 Hewan Ini Diburu dan Terancam Punah

Klikhijau.com - Sewaktu masih duduk di bangku sekolah dasar, saya senang menembaki burung-burung menggunakan ketapel. Orang-orang di kampung saya menamainya mappe’. Kenangan itu, salah satu kenanga...

Dianggap Membawa Keberuntungan, 4 Hewan Ini Diburu dan Terancam Punah
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Sewaktu masih duduk di bangku sekolah dasar, saya senang menembaki burung-burung menggunakan ketapel. Orang-orang di kampung saya menamainya mappe’.

Kenangan itu, salah satu kenangan kanak saya yang menyenangkan. Meski kerap ayah saya memarahi karena mengganggu burung-burung tak bersalah itu.

Lalu perlahan saya sadari, larangan Ayah punya alasan, burung adalah makhluk hidup yang harus  dijaga dan dilindungi. “Perburuan” saya hanyalah sebatas satwa jenis burung. Tak lebih.

Pun satwa itu tak memiliki nilai ekonomi yang tinggi, juga tak ada kepentingan lain selain rasa senang jika berburu burung dengan ketapel. Namun demikian, hal itu tetaplah tak benar.

Perburuan burung yang saya lakukan tentu berbeda dengan perburuan yang dilakukan dengan tujuan ekonomi. Bahkan lebih, yakni berburu hewan karena sebuah takhayul atau mitos.

Redaksi kumparan.com pernah memuat berita mengenai  hewan-hewan ini diburu untuk diambil bagian tubuhnya karena dipercaya bisa membawa keberuntungan berupa kekayaan, kesehatan, dan menyembuhkan berbagai penyakit.

Bahkan ada pula hewan yang diburu karena dipercaya dengan takhayul bagian tubuhnya bisa dijadikan jimat dan memiliki kekuatan gaib untuk obat mujarab.

Perth Zoo merangkum ada empat hewan yang paling diburu karena manusia yang percaya dengan takhayul atau membawa keberuntungan. Apa saja? Berikut daftarnya.



  • Gajah



Bagian tubuh yang paling sering diburu dari gajah adalah gadingnya. Salah satu penyebabnya adalah karena gading gajah dipercaya sebagai simbol keberuntungan dan dapat membawa kekayaan.

Akibatnya, menurut penelitian dari TRAFFIC, sebuah lembaga untuk mengawasi perdagangan satwa liar, setiap tahunnnya ada 30.000 gajah Afrika yang diburu hanya untuk diambil gadingnya saja.

Petugas kepolisian menunjukan barang bukti gading gajah milik bunta,  gajah jinak penghuni Conservation Response Unit (CRU) Desa Bunin. (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2