Deteksi Covid-19, Ini Bedanya Rapid Test dan Tes Swab!

Klikhijau.com – Rapid test dan tes swab, apa beda keduanya? Sejumlah pakar epidemiologi merekomendasikan perlunya pendeteksian dini agar mata rantai Covid-19 dapat diputus. Pemerintah akan mengguna...

Deteksi Covid-19, Ini Bedanya Rapid Test dan Tes Swab!
Bacakan Artikel

Mengapa begitu? Karena IgG dan IgM, yaitu antibodi yang diperiksa melalui rapid test, tidak langsung terbentuk begitu Anda terinfeksi. Dibutuhkan waktu kurang lebih 7 hari hingga antibodi tersebut terbentuk.

Jadi, kalau Anda menjalani pemeriksaan rapid test hari ini padahal baru terpapar virus corona kemarin, maka kemungkinan besar, hasilnya akan negatif. Inilah yang dinamakan dengan false negative atau negatif palsu.

Begitupun saat hasil rapid testnya positif, bisa saja ternyata false positive atau positif palsu. Sebab, IgG dan IgM akan terbentuk setiap infeksi terjadi dan bukan hanya akibat infeksi COVID-19.

Jadi, jika rapid test menunjukkan hasil positif, kemungkinannya ada dua, yaitu Anda benar terinfeksi COVID-19 atau terinfeksi virus lain, seperti demam berdarah.



  1. Kelebihan dan kekurangan pemeriksaan swab dan PCR



Pengambilan spesimen lendir menggunakan swab dan pemeriksaan menggunakan PCR adalah metode yang paling akurat dalam mendeteksi virus SARS-COV2. Namun sayangnya, pemeriksaan ini membutuhkan waktu yang lebih lama dan lebih rumit.

Pemeriksaan sampel pun hanya bisa dilakukan di laboratorium dengan kelengkapan khusus. Sehingga, kapasitas pemeriksaan tidak terlalu besar. Oleh karena itu, butuh waktu beberapa hari hingga hasil tes bisa keluar.

Tentang PCR test untuk pemeriksaan virus corona

PCR adalah sebuah metode pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi virus corona. Sementara itu, pemeriksaan swab adalah cara untuk mendapatkan sampel yang akan digunakan dalam metode PCR. Jadi dalam pemeriksaan corona, pemeriksaan swab dan PCR merupakan satu kesatuan.

Bagaimana pemeriksaan swab dilakukan? Berikut ini tahapannya.


  • Pasien akan diminta untuk duduk di kursi.

  • Lalu, tenaga kesehatan akan sedikit mendorong kepala pasien ke arah atas dan memasukkan alat yang berbentuk seperti cotton bud, tapi dengan ukuran yang jauh lebih panjang, ke dalam lubang hidung.

  • Alat itu akan dimasukkan hingga mentok ke bagian belakang hidung.

  • Lalu, teknik swab dilakukanlah untuk menyapukan alat tersebut ke area belakang hidung.

  • Alat tersebut memiliki bagian ujung yang dapat menyerap cairan atau lendir yang terdapat di area tersebut.

  • Alat akan berada di dalam area tersebut selama beberapa detik agar cairan bisa terserap sempurna.

  • Setelah selesai, alat swab langsung akan dimasukkan ke tabung khusus dan ditutup.

  • Lalu, tabung tersebut akan dimasukkan ke dalam wadah khusus dan selanjutnya dikirim ke laboratorium untuk diperiksa menggunakan teknik PCR.

  • Jika swab di hidung tidak memungkinkan, maka swab juga bisa dilakukan melalui tenggorokan.


Itulah penjelasan singkat soal perbedaan Rapid test dan tes swab yang perlu diketahui.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2