Deteksi Covid-19, Ini Bedanya Rapid Test dan Tes Swab!

Klikhijau.com – Rapid test dan tes swab, apa beda keduanya? Sejumlah pakar epidemiologi merekomendasikan perlunya pendeteksian dini agar mata rantai Covid-19 dapat diputus. Pemerintah akan mengguna...

Deteksi Covid-19, Ini Bedanya Rapid Test dan Tes Swab!
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Rapid test dan tes swab, apa beda keduanya? Sejumlah pakar epidemiologi merekomendasikan perlunya pendeteksian dini agar mata rantai Covid-19 dapat diputus.

Pemerintah akan menggunakan dua metode, yakni rapid test dan swab tenggorokan. Keduanya merupakan pemeriksaan berbeda, meskipun fungsinya hampir sama yakni mengidentifikasi potensi penularan.

Ada beberapa perbedaan rapid test dan pemeriksaan swab tenggorokan. Begini penjelasannya:



  1. Jenis sampel berbeda



Jenis sampel yang diambil pada dua metode ini berbeda. Rapid test dilakukan dengan menggunakan sampel darah. Sedangkan pemeriksaan swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan.



  1. Cara kerja



Rapid test memeriksa virus menggunakan antibodi IgG dan IgM yang ada di dalam darah. Antibodi itu terbentuk di tubuh saat kita mengalami infeksi virus.

Jadi, jika di tubuh terjadi infeksi virus, maka jumlah IgG dan IgM di tubuh akan bertambah. Hasil rapid test dapat memperlihatkan adanya IgG atau IgM dalam darah. Jika ada, maka hasil rapid test dinyatakan positif ada infeksi.

Namun, hasil tersebut bukanlah diagnosis yang menggambarkan infeksi Covid-19. Maka, orang dengan hasil rapid test positif akan dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, yaitu pemeriksaan swab tenggorokan atau hidung.

Pemeriksaan ini dinilai lebih akurat, sebab virus corona akan menempel di bagian dalam hidung atau tenggorokan saat masuk ke tubuh. Sampel lendir yang diambil dengan metode swab nantinya akan diperiksa menggunakan metode PCR.



  1. Waktu yang diperlukan untuk mendapatkan hasil



Rapid test hanya membutuhkan waktu 10-15 menit hingga hasil keluar. Sementara itu, pemeriksaan menggunakan metode PCR membutuhkan waktu beberapa jam hingga beberapa hari untuk menunjukkan hasil.

Hasil pemeriksaan rapid test maupun PCR juga bisa keluar lebih lama dari itu, apabila kapasitas laboratorium yang digunakan untuk memeriksa sampel, sudah penuh. Sehingga, sampel yang masuk harus antre lama untuk bisa diperiksa.



  1. Kelebihan dan kekurangan rapid test



Salah satu kelebihan pemeriksaan rapid test adalah tes ini cepat dan mudah untuk dilakukan. Cara ini juga bisa menjadi alternatif skrining cepat untuk mendata orang-orang yang butuh pemeriksaan lanjutan. Kekurangannya, hasil dari tes ini tidak bisa digunakan untuk mendiagnosis COVID-19.

Pasien yang positif rapid test harus melalui pemeriksaan lanjutan yaitu swab. Sementara itu pasien yang negatif, idealnya mengulang rapid test 7-10 hari kemudian. Jika tidak memungkinkan untuk mengulang, maka harus tetap isolasi di rumah selama 14 hari.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2