Daun yang Gugur dan Ingatan Tentang Sekolah

Daun yang Gugur dan Ingatan Tentang Sekolah
Ilustrasi -foto/ KaiPilger/Pixbay
Bacakan Artikel
ilhamaidil@gmail.com

Artikel terbaru dari ilhamaidil@gmail.com (lihat semua)

Itu Ani dan Budi

Itu Ibu Budi

Itu Bapak Budi

Ani kakak Budi

Ibu Budi pergi ke pasar

Di ruang kelas saya, terdapat peta Indonesia, globe, rak buku, gambar-gambar pahlawan, foto presiden dan wakil presiden yang dipisah oleh gambar pancasila di tengah yang tertempel di dinding di atas papan tulis serta daftar nama-nama menteri yang wajib dihafal waktu itu. Tidak ada yang berani bicara kalau belum dipersilakan. Ibu guru biasanya marah dan melempar kapur yang berbentuk lonjong seukuran jari telunjuk orang dewasa yang digunakan sebagai alat untuk menulis di papan tulis yang berwarna hitam. Kapur yang melayang lebih daripada kata-kata penyemangat.

Suasana kelas menakutkan sekali. Kami sangat berhati-hati mengucapkan kata-kata. Saya menjadi pucat setiap kali tatapan Ibu guru mengarah ke saya hingga akhirnya saya tidak bisa menolak tatapan Ibu guru yang menakutkan itu seperti bidikan anak panah yang siap dilesatkan ke target. Ia menunjuk saya untuk membaca. Tapi saya membacanya masih gagap, terpotong-potong dan kadang berhenti.ย 

โ€œDasar bodoh.โ€ Kata Ibu guru.ย 

Saya bertahan di depan kelas. Saya berdiri dilihat teman kelas hingga lonceng berbunyi tanda istirahat. Keluar main. Betapa memalukannya. Kini, saya merasa bebas.ย 

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: