Datang dari Jauh ke Indonesia, Lily Hujan Menebar Manfaat dan Keindahan

Klikhijau.com – Lily hujan (Zephyranthes sp) datang dari jauh ke Indonesia. Ia datang dari Amerika Selatan dan Amerika Utara. Negara asalnya. Tanaman yang di Indonesia banyak dibudidayakan sebagai...

Datang dari Jauh ke Indonesia, Lily Hujan Menebar Manfaat dan Keindahan
Bacakan Artikel

Morfologi Lily hujan

Tanaman ini memiliki morfologi yang menarik, di antaranya  kelopak bunganya berbentuk terompet.

Daunnya  berwarna hijau gelap dan ramping dan berbentuk seperti pedang. Tumbuh dari pangkal tanaman dan membentuk kelompok yang rapat

Petal bunganya berjumlah enam hingga delapan helai, tersusun secara simetris dengan kepala putik berada di tengah-tengah benang sari.

Sementara pembungaan terjadi 47 hari setelah tanam, dengan persentase berbunga 63.33% (Vivedru et al., 2017).

Bunga pada tanaman ini merupakan daya daya tarik utamanya. Bunganya berbentuk seperti terompet dengan diameter bunga 4,5-5,5 cm.

Tanaman ini memiliki tinggi 15-25 cm, bunganya muncul secara serentak pada saat curah hujan dan kelembaban tinggi.

Lily hujan memiliki akar umbi yang membantu dalam penyimpanan nutrisi dan bertahan selama periode kering.

Helaian kuntum bunganya bervariasi. Variasi warnanya itu  antara lain kuning, merah muda, dan putih.

Cara perawatan Lily hujan

Setiap tanaman memerlukan perawatan yang berbeda. Lily hujan pun demikian. Agar  tumbuh subur maka perlu dilakukan penyiraman secara teratur selama musim pertumbuhannya.

Tanaman ini juga butuh pencahayaan, ia menyukai paparan cahaya matahari yang cukup, tetapi juga dapat tumbuh dengan baik di tempat yang teduh sebagian.

Untuk tanah, tanaman ini dapat  tumbuh baik pada tanah yang memiliki drainase yang baik dan cukup subur. Karena itu, pastikan tanah tidak tergenang air untuk menghindari masalah akar.

Hal lain yang perlu dilakukan adalah pemupukan, beri pupuk ringan pada tanaman ini selama musim pertumbuhannya untuk memastikan pertumbuhan dan pembungaan yang optimal.

Perlu diingat bahwa perkembangbiakan tanaman ini biasanya dengan umbi dan biji. Perbanyakan menggunakan umbi. Hal itu akan menghasilkan tanaman yang sama persis dengan induknya sedangkan melalui biji memerlukan waktu relatif panjang untuk menghasilkan bunga, yakni 8 hingga12 bulan.

Untuk perbanyakannya, dapat dapat dilakukan secara vegetatif dengan menggunakan umbi dan generatif menggunakan biji. Perbanyakan vegetatif dengan umbi berukuran besar, berpengaruh terhadap pembungaan yang lebih cepat, (Fibrianty dan Kurniati 2022).

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2