Dari Pekarangan Sempit ke Mangkuk Hijau: Jejak Hidroponik Mahasiswa Unhas di Barombong

Dari Pekarangan Sempit ke Mangkuk Hijau: Jejak Hidroponik Mahasiswa Unhas di Barombong
Dari Pekarangan Sempit ke Mangkuk Hijau: Jejak Hidroponik Mahasiswa Unhas di Barombong. - Foto: Ist
Bacakan Artikel

โ€œSebenarnya tanaman hidroponik itu adalah tanaman yang sangat cocok bagi pemanfaatan pekarangan. Karena apa? Yang pertama, hemat air, kemudian sangat mudah digunakan, mudah dipelihara, terus mengurangi risiko hama dan penyakit. Terus dalam hasil panen itu lebih bersih karena tidak ada tanahnya,โ€ jelas Irma penuh semangat.

Tanpa penggunaan tanah (soilless culture), gangguan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang kerap bersumber dari dalam tanah dapat ditekan secara signifikan. Dampaknya langsung terasa: penggunaan pestisida kimia dapat dikurangi secara drastis, menghasilkan panen sayuran yang lebih higienis, segar, dan aman bagi konsumsi keluarga sehari-hari.

Menyemai Kemandirian Pangan dari Sudut Rumah

Gerakan kecil di Desa Barombong ini menyingkap sebuah pesan penting bahwa krisis iklim dan keterbatasan lahan tidak harus direspon dengan kemalangan atau keputusasaan. Solusi senantiasa hadir dari keberanian untuk mengadopsi cara-cara baru yang lebih bersahabat dengan alam. Hidroponik di pekarangan rumah bukan sekadar tentang memanen sawi atau selada, melainkan tentang membangun kemandirian pangan keluarga dari skala terkecil.

Ketika setiap pekarangan rumah warga mulai dihiasi oleh pipa-pipa hijau yang mengalirkan air dan kehidupan, Desa Barombong sedang menata langkah menuju ekosistem desa yang lebih tangguh dan mandiri. Pengetahuan yang ditanamkan oleh mahasiswa KKN-T Unhas Gelombang 116 ini telah berakar, tumbuh menjadi keterampilan baru yang siap dipetik manfaatnya oleh masyarakat dalam jangka panjang.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: