Dari Pekarangan Sempit ke Mangkuk Hijau: Jejak Hidroponik Mahasiswa Unhas di Barombong

Dari Pekarangan Sempit ke Mangkuk Hijau: Jejak Hidroponik Mahasiswa Unhas di Barombong
Dari Pekarangan Sempit ke Mangkuk Hijau: Jejak Hidroponik Mahasiswa Unhas di Barombong. - Foto: Ist
Bacakan Artikel

โ€œMelalui program kerja ini, kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa hidroponik dapat menjadi solusi budidaya tanaman yang lebih praktis dan modern. Dengan memanfaatkan teknologi sederhana ini, masyarakat dapat menghasilkan tanaman yang sehat, menghemat penggunaan air, serta memanfaatkan lahan sempit secara optimal,โ€ tutur Fadhil di sela-sela pendampingan praktik.

Pendekatan yang diambil pun tidak sekadar presentasi satu arah di dalam ruangan tertutup. Para peserta yang terdiri dari perangkat desa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), ketua dan anggota kelompok tani, hingga ibu rumah tanggaโ€”diajak terlibat aktif secara langsung. Mereka merakit alat, menyusun media tanam, mengukur nutrisi, hingga menanam bibit sayuran dengan tangan mereka sendiri. Pengalaman empiris inilah yang mengubah skeptisisme menjadi antusiasme.

Sains Populer yang Membumi dan Ramah Lingkungan

Secara ekologis, metode hidroponik menawarkan lompatan besar dalam efisiensi sumber daya alam. Prinsip dasarnya adalah mengalirkan nutrisi terlarut langsung ke akar tanaman menggunakan media cair, sehingga mengurangi kebutuhan air hingga 70โ€“90 persen dibandingkan dengan metode penyiraman tanah konvensional. Dalam konteks keberlanjutan lingkungan, hal ini menjadi krusial untuk menjaga ketahanan krisis air bersih di masa depan.

Irma Suryani Jama, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Barombong, mengapresiasi langkah nyata yang diusung oleh para mahasiswa. Menurutnya, pendekatan teknologis yang tepat guna ini sangat relevan dengan kebutuhan pemanfaatan pekarangan warga saat ini.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: