Cerita Warga Kelurahan Sambung Jawa Bangun TPS3R Berbasis Warga

Klikhijau.com - Abdul Rasyid dan Ibu Indrayani selaku stakeholder dan nasabah TPS3R Sambung Jawa membagikan cerita bagaimana kondisi terkini TPS3R yang dikelola oleh Masyarakat secara mandiri dengan d...

Cerita Warga Kelurahan Sambung Jawa Bangun TPS3R Berbasis Warga
Bacakan Artikel

“Kalau bicara soal keuntungan dek, jujur saya tidak mendapat uang sepeser pun, biar pak Rasyid, uang itu biasanya hanya didapat oleh para pengepul sampah. Kami biasanya  mendapat program pelatihan di hotel-hotel, ituji keuntungan yang saya dan Pak Rasyid ambil, tapi kalau mau bilang digaji ndakji, kita kerja ini secara inisiatif sendiri,” ujarnya.

Indrayani menyebut bahwa TPS3R juga memiliki program yaitu pertukaran minyak jelatah menjadi minyak siap pakai. Program ini berjalan hingga sekarang dengan tujuan agar masyarakat tidak membuang minyak minyak sisa mereka secara cuma cuma.

“Daripada warga buang sisa minyaknya kemudian dia tidak gunakan dan ia buang di got, lebih baik mereka tukarkan dengan minyak siap pakai. Karena di TPS3R di sini itu program ini memanfaatkan minyak sisa mereka menjadi bahan bakar biodiesel dan bisa juga menjadi sabun yang dipakai untuk mencuci,” tuturnya.

Selain manfaat, tentu TPS3R juga memiliki hambatan, antara lain TPS3R yang berlokasi di Sambung jawa saat ini tidak memiliki alat atau mesin daur ulang yang memadai, sehingga proses pendaur ulangan terhenti hingga sekarang, saat ini mereka hanya bisa memilah sampah-sampah dan menukarkannya menjadi uang,

“Untuk sekarang disini tidak ada pendaur ulangan sampah, karena mesin daur ulang tidak memadai untuk dipakai. Lebih banyak aktivitas seakarang itu mengepul sampah atau memisahkan sampah sampah plastic,” tambahnya.

Rasyid menilai bahwa para pengepul sekarang masih sulit dalam biaya sehari-hari atau pendanaan.

“Dari TPS3R, kami sendiri sekarang yang aktif itu untuk tempo sekarang baru ada 4 orang pengepul, dan yang bertanggung jawab sebagai perwakilan pengepul itu adalah ibu Hanafia. Ia juga bertugas sebagai petugas kebersihan  yang sering menyapu jalanan di wilayah sekitar karena beliau juga tinggal di situ. Ibu Hanafia juga bertugas mencatat jadi jika ada orang yang datang membawa sampah tugas dan Bu Hanafi itu mencatat berapa kantong sampah yang di ambilnya.” ujar Pak Rasyid.

Hingga saat ini hambatan yang didapati  bagi pengepul sampah di TPS3R ini adalah pemasukan uang. Hal itu karena para pengepul memang diwajibkan berkerja dulu lalu dibiayai.

Menurut Rasyid, gaji yang harusnya  mereka dapatkan bulan sebelumnya masih belum diberikan oleh pihak pusat, sehingga mereka menilai bahwa pemerintah kota terlalu lama menahan anggaran yang harusnya diberikan kepada mereka, yang mengakibatkan mereka harus berkerja ekstra dalam menutupi gaji-gaji mereka selama memilah sampah kemudian ditukarkan dengan uang.

Ketika ditanyakan hambatan lainnya, Pak Rasyid juga mengatakan bahwa bencana banjir juga turut menjadi hambatan mereka , karena bencana banjir  yang baru-baru ini ,TPS3R juga sempat berhenti beroprasional dalam sementara yang mengakibatkan sampah menumpuk dan program tidak berjalan secara semestinya.

Dulunya TPS3R juga memiliki banyak kompos yang berfungsi sebagai kembang biak maggot dari sisa-sisa makanan rumah tangga. Bibit bibit maggot pun bersumber dari bermacam macam, bahkan mereka menyebut bahwa maggot yang mereka rawat bisa berkilo-kilo dikarenakan subsidi dari mahasiswa yang membantu mereka dalam program budidaya maggot.

“Bahkan dulu ada mahasiswa ITB  yang damping saya yang membelikan saya bibit maggot jauh-jauh dari bogor dan membawakannya ke TPS3R sini.” Ujarnya.

Namun semenjak dilanda bencana banjir, mereka sempat memberhentikan penggunaan kompos karena khawatir jika hujan terjadi, tempat kompos mereka juga ikut larut dalam air banjir. Seperti diketahui, lokasi TPS3R memang dekat dengan air kanal yang jika musim hujan tiba air di dalam kanal ikut meluap hingga ke area pengolahan sampah.

Ke depan mereka berharap dapat membangun kesadaran Masyarakat akan pentingnya pemanfaatan limbah rumah tangga. Tidak hanya menjadi suatu hal yang ditumpuk, tetapi menjadi ladang pencari uang bagi siapapun yang mengerjakannya, untuk manfaat manfaat lain juga sekiranya berguna bagi sesama masyarakat Kelurahan Sambung Jawa.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2