Bunga Euphorbia, Selain Berbunga Ranum Juga Antimikroba hingga Atasi Luka Bakar

Klikhijau.com – Bunga Euphorbia milii merupakan tumbuhan semak dan tegak di atas tanah, yang tingginya dapat mencapai 40–180 cm. Euphorbia milii juga merupakan tumbuhan tahunan. Euphorbia berkeraba...

Bunga Euphorbia, Selain Berbunga Ranum Juga Antimikroba hingga Atasi Luka Bakar
Bacakan Artikel

Bunga ini juga tak butuh banyak-banyak air sehingga bisa tetap hidup tanpa penyiraman yang banyak karena tergolong kaktus yang batangnya bisa menyiman banyak air.

Jika diletakkan di bawah naungan, euphorbia hanya akan semarak dengan daun tidak dengan bunga sedangkan jika diletakkan di bawah matahari langsung maka dapat membantu euphorbia tersebut untuk menghasilkan bunga.

[irp]

Namun pertumbuhannya juga dipengaruhi oleh banyak faktor, tak hanya penyiraman saja, namun umur tanaman, cuaca, media juga sangat memengaruhi.

Euphorbia yang masih kecil (seedling, setek) membutuhkan air lebih sedikit. Euphorbia remaja yang sel-selnya masih terus aktif membelah membutuhkan air dalam jumlah lebih banyak, untuk mengisi sel-sel tersebut.

Sementara, euphorbia dewasa yang sedang berbunga membutuhkan air lebih sedikit. Pada masa ini tanaman cukup disiram dengan menggunakan sprayer.

Cuaca panas dengan kelembaban rendah dan lingkungan kering menyebabkan air lebih banyak ditranspirasikan. Pada cuaca seperti ini penyiraman dapat dilakukan setiap hari. Sebaliknya, apabila cuaca mendung, frekuensi penyiraman dikurangi.

Euphorbia termasuk tanaman yang memiliki toleransi tinggi terhadap suhu udara. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah yang bersuhu hangat pada siang hari hingga dataran tinggi dengan suhu relatif rendah.

Batas suhu yang dapat diterima euphorbia adalah 21-27° C. kisaran suhu di Indonesia, terutama di dataran rendah cocok bagi pertumbuhan euphorbia. Bahkan, kebanyakan euphorbia yang tumbuh di dataran rendah (di bawah 600 mdpl) lebih bagus pertumbuhannya dibandingkan dengan yang tumbuh di dataran tinggi. (Purwanto, 2006).

[irp]

Kandungan, Sifat dan Khasiatnya

Tanaman ini memiliki beberapa bagian pada tubuhnya yang biasa dijadikan obat. Pada daun, batang dan bunga diketahui memiliki senyawa saponin dan tannin yang bersifat sebagai antimikroba pada beberapa bakteri. Pada bunga juga diketahui mengandung senyawa flavonoid (Purwanto, 2006).

Sifat dan khasiat pada tanaman ini yaitu pahit, netral dan sedikit toksik. Bunga berfungsi sebagai penghenti pendarahan (hemostatis), sedangkan batang dan daun berkhasiat menghilangkan bengkak, antiradang dan antiseptik (Dalimartha, 2003).

Menurut Jurnal Analis Medika Bio Sains (2018), tumbuhan ini dapat mengobati pendarahan rahim, bisul, radang kulit bernanah (piodermi), luka bakar, dan hepatitis.

Cara Pengobatan 

Pemakaian Kaktus Pakis Giwang untuk mengobati bisul dan radang kulit bernanah berdasarkan buku Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia (1992) yakni dengan melumatkan daun segarnya. Lalu ditambahkan gula merah secukupnya dan ditempelkan ke tempat yang sakit, lantas balur. Ramuan itu sebaiknya diterapkan 2-3 kali satu hari.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: