Bulukumba Osoji Club, Komunitas Lingkungan yang Lahir di Sebuah Rumah Baca

Klikhijau.com - Kisah ini dimulai di sebuah rumah baca yang terletak di Taman Cekkeng Nursery, Kota Bulukumba. Hal-hal besar biasanya dimulai dari hal kecil, lalu merambah menjadi besar dan dikenal or...

Bulukumba Osoji Club, Komunitas Lingkungan yang Lahir di Sebuah Rumah Baca
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Kisah ini dimulai di sebuah rumah baca yang terletak di Taman Cekkeng Nursery, Kota Bulukumba. Hal-hal besar biasanya dimulai dari hal kecil, lalu merambah menjadi besar dan dikenal orang, juga memberi sumbangsi yang besar bagi banyak orang.

Tiga orang sedang “nongkrong” di rumah baca itu—Rumah Baca Phinisi Nusantara 1986 di bulan September 2017 silam. Dua orang perempuan dan satu orang lelaki.

Lelaki itu datang dari jauh, Jepang. Ia berlabuh di Bulukumba melalui program Young Expert  JICA. JICA adalah singkatan dari Japan International Cooperation Agency

Kedatangan lelaki yang bernama Hiroaki Nakanose membawa berkah tersendiri bagi pencinta lingkungan di Bulukumba.

Ia bersama dua orang Bulukumba mendirikan komunitas yang mereka namai Bulukumba Osoji Club yang berfokusnya  pada lingkungan.

Bulukumba Osoji Club bergerak mengajak masyarakat ikut terlibat mencintai dan menjaga lingkungan. Meski usianya masih terbilang belia, tapi telah melakukan banyak hal. Sebab programnya sekali seminggu turun membersihkan sampah yang ada di Kota Bulukumba.

“Dinamai Osoji karena awalnya diinisiasi oleh Hiroaki Nakanose, seorang relawan Jepang,” ungkap Basmawati Haris, salah seorang pendiri komunitas ini

Osoji sendiri berasal dari bahasa Jepang yang artinya bersih-bersih.  Nama ini diambil karena berdasarkan tujuan dibentuknya, yakni membersihkan lingkungan, khusunya dalam Kota Bulukumba.

“Kami berharap bisa meneladani semangat cinta lingkungan orang-orang Jepang, makanya kami menggunakan bahasa Jepang, juga untuk menghargai ide dari Hiroaki,” lanjut Basma

Kisah ini berawal dari tiga kepala yang menelurkan ide lalu melebur menjadi satu. Ketiga orang itu adalah orang-orang yang resah melihat lingkungan Bulukumba yang kurang bersih, banyak sampah.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2