Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik Semakin Menggiurkan
Klikhijau.com – Daur ulang sampah plastik menjadi bisnis yang menjanjikan. Namun, harus pintar-pintar memilih jenis sampah plastik yang seperti apa yang bisa didaur ulang. Indonesia sendiri mengha...
Klikhijau.com – Daur ulang sampah plastik menjadi bisnis yang menjanjikan. Namun, harus pintar-pintar memilih jenis sampah plastik yang seperti apa yang bisa didaur ulang.
Indonesia sendiri menghasilkan beberapa jenis sampah plastik, low density polyethlene (LDPE), polyviny chloride (PVC), polystrene (PS), high density polyesthylene (HDPE), polypropylene (PP), dan polyethylene terephthalate (PET).
Dari semua jenis plastik tersebut, jenis PETlah yang paling memiliki nilai ekonomis tinggi. Menariknya menurut Siti Salamah dan Maryudi dalam Wahyuni (2019) bahwa data yang ada mengatakan bahwa setiap 100 toko memproduksi sampah plastik sebesar 10,95 juta ton sampah pertahun.
Jenis sampah plastik yang mengalami penumpukan saat ini sangat bervariasi, salah satu yang terbanyak adalah jenis polyethylene terephtalate (PET).
[irp]
Jenis PET adalah plastik yang cukup ramah lingkungan dan mudah didaur ulang dibanding dengan jenis plastik lainnya. Hal itu diakui oleh Ketua Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) Christine Halim.
“Sebetulnya kemasan plastik sebisa mungkin harus dapat didaur ulang agar tidak mencemari lingkungan. Seperti jenis plastik PET, yang memiliki karakteristik lebih ramah lingkungan dan mudah didaur ulang berkali-kali dibandingkan plastik jenis lainnya. Botol PET juga bisa diproses 100% menjadi produk berharga, sehingga tidak perlu ada pembatasan ataupun larangan penggunaannya,” ungkap Christine Halim seperti dikutip dari mediaindonesia.
PET merupakan plastik yang biasa digukanan untuk botol kemasan air mineral, botol minyak goreng, botol obat, dan botol kosmetik.
Inilah yang menjadikan PET memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Karena tidak hanya bisa didaur ulang sekali saja, tapi bisa hingga 50 kali. Hal ini pula yang menyebabkan sehingga plastik jenis PET dianggap lebih ramah lingkungan karena bisa mengurangi bahan baku produksi.
Apalagi PET bisa dijadikan bahan baku pirolisis yang secara tidak langsung juga terkonversi sebagai energi terbarukan yang dikenal dengan konsep waste to energy (WtE).
Namun, di tangan Christine daur ulang sampah plastik PET bisa menghasilan tiga produk, yakni dakron sintetis, biotektile serta kantong plastik re-usable. Untuk produk jenis biotekstile biasanya merupakan bahan baku pembangunan infrastruktur.
[irp]
Christine dalam sehari bisa mendaur ulang sampah plastik sekitar 85 ton sampah botol plastik. Sampah-sampah tersebut diperolehnya dari hasil kerjasama dengan para pengepul sampah plastik.
“Jadi rantai ekonominya pun tidak terputus,” lanjut dia.