3,12 Ton Sampah Diangkut dari Kali Tebu dalam Aksi Hari Sungai Sedunia 2026
Klikhijau.com - Hari Sungai Sedunia (World Rivers Day) diperingati secara global pada 27 September 2026. Setiap tahun, peringatan ini dirayakan pada pekan keempat September untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga sungai, baik dari sisi kebersihan, kualitas air, maupun keberlanjutan ekosistemnya.
Sungai memiliki peran penting sebagai sumber air, pengendali banjir, habitat berbagai jenis makhluk hidup, sekaligus jalur yang menghubungkan daratan dengan laut. Namun, berbagai sungai di Indonesia masih menghadapi persoalan pencemaran dan kebocoran sampah.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk menjawab persoalan tersebut adalah Program Sungai Lestari, program pengelolaan sampah sungai yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia.
Sejak Juni 2026, program ini telah berjalan di Kota Surabaya, melalui intervensi di Kali Tebu dan Kali Mrutu. Pada awal Agustus, program diperluas ke Kota Surakarta melalui Sungai Premulung. Mulai Oktober 2026, Program Sungai Lestari akan beroperasi di Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Kota Bekasi.
Program Sungai Lestari merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab, dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan dengan dukungan Kementerian Lingkungan Hidup, serta diimplementasikan oleh UNDP Indonesia bersama Clean Rivers melalui Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL).
Clean Rivers merupakan organisasi nirlaba global yang berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, dan berfokus pada penanganan sampah serta pencemaran air di sungai-sungai dunia. Pada awal Agustus 2026, delegasi Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup Uni Emirat Arab, Emirates Foundation dan Clean Rivers juga berkunjung ke lokasi Program Sungai Lestari di Surabaya dan Surakarta.
Program ini menggunakan pendekatan kolaboratif dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, kelompok masyarakat tingkat RT/RW, perempuan, pemulung, pengepul, hingga sekolah. Intervensinya tidak hanya berupa pengangkutan sampah, tetapi juga pemasangan trash boom dan mini dock, pemilahan dan pengolahan sampah, pencegahan sampah dari sumber, serta edukasi perubahan perilaku masyarakat.
Di Surabaya, Program Sungai Lestari melibatkan Ecoton dan Yayasan Lohjinawi. Di Surakarta melibatkan Yayasan Veritas Edukasi Lingkungan (VEL) dan Yayasan Bina Karta Lestari (Bintari). Sementara di wilayah lain melibatkan Yayasan Trash Revolution Indonesia (Travo), Yayasan Bumi Saswaya, Yayasan Greeneration Indonesia dan Yayasan Raga Pandawara Satya (Pandawara Group).
Libatkan ratusan orang
Dalam rangka memperingati Hari Sungai Dunia 2026, Ecoton bersama Satgas Sungai Lestari Kali Tebu menggelar patroli dan aksi bersih sungai yang dipusatkan di SMPN 58 Kota Surabaya, Minggu (27/9). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 350 orang, dihadiri langsung oleh Kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya.
“Kami sangat senang dan merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini, dalam momentum hari Sungai Sedunia. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak termasuk ECOTON, Lohjinawi, dan Satgas Sungai Lestari Kali Tebu, serta seluruh masyarakat dan peserta yang hari ini ikut bersama-sama membersihkan Kali Tebu. Saat ini sudah mulai terlihat perubahan-perubahan perilaku masyarakat yang awalnya tidak peduli pada sungai, sekarang sudah mulai banyak yang peduli terhadap sungai.” Ujar Muhammad Fikser, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya.
Patroli dan aksi bersih dilakukan dengan membagi Kali Tebu menjadi tiga zona, mulai dari segmen hulu, tengah hingga hilir. Kegiatan ini juga diselenggarakan secara hybrid. Dalam kegiatan tersebut, Ketua Satgas Sungai Lestari Kali Tebu, Ayu, melaporkan hasil patroli dan aksi bersih sungai kepada Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, melalui teleconference.
Laporan tersebut menyampaikan kondisi Kali Tebu serta hasil pengangkutan sampah dari tiga zona yang menjadi lokasi aksi, dan seluruh peserta kegiatan berhasil mengangkut 3.121,72 kilogram atau 3,12 ton sampah.
“Dalam satu kegiatan hari ini, dari tiga zona kami berhasil mengangkat 3,12 ton sampah. Ini menunjukkan bahwa persoalan sampah di Kali Tebu masih membutuhkan kerja bersama dan pengawasan yang dilakukan secara rutin” ujar Ayu, Ketua Satgas Sungai Lestari Kali Tebu.
Tuang 300 liter eco enzyme ke Kali Tebu
Selain patroli dan aksi bersih sungai, Ecoton juga menggandeng Komunitas Relawan Eco Enzyme Nusantara Cabang Surabaya dalam kegiatan penuangan eco enzyme ke aliran Kali Tebu. Sebanyak 200 botol eco enzyme dengan volume masing-masing 1,5 liter, atau total 300 liter, dituangkan ke sungai dalam rangkaian peringatan Hari Sungai Dunia 2026.
“Eco enzyme yang dituangkan ke sungai merupakan bagian dari upaya kami untuk membantu menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan perairan, sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli dan terlibat dalam menjaga sungai,” ujar Christiany Tanzil, Komunitas Relawan Eco Enzyme Nusantara Cabang Surabaya
Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi Ecoton bersama komunitas lingkungan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi Kali Tebu. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk lebih aktif menjaga kebersihan sungai dan mencegah pencemaran dari sumbernya.
Pelajar Tanam Pohon
Selain aksi bersih sungai dan penuangan Eco Enzyme, para siswa SMP, turut melakukan penanaman pohon di bantaran Kali Tebu. Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi lingkungan agar pelajar tidak hanya mengenal pentingnya menjaga sungai, tetapi juga terlibat langsung dalam merawat lingkungan di sekitarnya.
Kepala SMPN 58 Surabaya, Suharti, mengatakan keterlibatan pelajar dalam kegiatan lingkungan penting untuk membangun kepedulian sejak dini.
“Menanam pohon adalah langkah sederhana yang bisa dilakukan siswa untuk ikut menjaga lingkungan. Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar tentang lingkungan di kelas, tetapi juga terlibat langsung merawat Kali Tebu dan memahami bahwa menjaga sungai adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Suharti, Kepala SMPN 58 Surabaya.
Rangkaian peringatan Hari Sungai Dunia 2026 juga diisi dengan penanaman pohon di bantaran Kali Tebu. Kegiatan ini dilakukan bersama masyarakat dan peserta sebagai bagian dari upaya penghijauan serta menjaga lingkungan di sekitar sungai. Penanaman pohon diharapkan dapat memperkuat vegetasi bantaran dan menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk merawat kawasan sungai.
Ecoton evakuasi sampah 122,5 ton
Melalui Mission for Zero Plastic Leakage (MOZAIK) Kali Tebu Surabaya, sebagai bagian dari program #SungaiLestari, Ecoton terus memperkuat upaya menjaga Kali Tebu dari pencemaran dan kebocoran sampah menuju laut dengan memasang pencegat sampah atau trashboom di segmen hulu, Kelurahan Kapas Madya Baru dan Simorto, dan segmen tengah, Kelurahan Sidotopo Wetan dan Tanah Kali Kedinding.
Selama periode Mei sampai September 2026, Ecoton berhasil mengevakuasi 122,5 ton sampah dari Kali Tebu dan memilah sebanyak 95,9 ton sampah. Hasil pemilahan menunjukkan komposisi sampah didominasi oleh residu sebesar 84,1 persen, sampah organik 7,6 persen dan sampah daur ulang 8,32 persen.
Lima jenis sampah yang paling banyak ditemukan yaitu Residu lainnya: 50,16 ton atau 53,35 persen, Popok: 30,51 ton atau 32,44 persen, Organik lainnya, seperti daun dan bangkai hewan: 3,5 ton atau 3,73 persen, Organik kayu, ranting dan batok kelapa sebanyak 3 persen dan Plastik kresek sebanyak 2,3 ton.
Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan pencemaran Kali Tebu bukan hanya tentang sampah plastik. Tingginya timbulan residu dan sampah popok juga menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian karena menunjukkan masih adanya sampah rumah tangga yang masuk ke lingkungan dan sungai.
“Data pemilahan menjadi penting karena kita bisa melihat sampah apa yang sebenarnya masuk ke sungai.Karakteristik dan komposisi sampah di Kali Tebu bisa mendorong solusi penyelesaian masalah harus dimulai dari pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga dan lingkungan,” ujar Daru Setyorini, Direktur Eksekutif ECOTON.