Biodiversity Warriors Ajak Generasi Muda Kenali dan Lindungi Burung Air

Klikhijau.com — Di tengah tekanan urbanisasi dan degradasi lingkungan pesisir, upaya menjaga keanekaragaman hayati menjadi semakin mendesak. Menjawab tantangan tersebut, Biodiversity Warriors mengambi...

Biodiversity Warriors Ajak Generasi Muda Kenali dan Lindungi Burung Air
Bacakan Artikel

Klikhijau.com — Di tengah tekanan urbanisasi dan degradasi lingkungan pesisir, upaya menjaga keanekaragaman hayati menjadi semakin mendesak. Menjawab tantangan tersebut, Biodiversity Warriors mengambil bagian dalam pelaksanaan Asian Waterbird Census (AWC) 2026 melalui kegiatan sensus burung air secara serentak di tiga kawasan pesisir Jakarta, yaitu Hutan Lindung Angke Kapuk (HLAK), Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk dan Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA), Sabtu (14/2).

Mengusung tema “Kenali dan Lindungi Burung Air di Sekitar Kita”, kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan sensus burung air terbesar di Asia yang dilakukan secara serentak setiap tahun. Di Indonesia, pelaksanaan AWC berlangsung sepanjang Januari–Februari 2026 dan mencakup berbagai habitat lahan basah, baik alami maupun buatan yang secara bersama-sama diselenggarakan oleh Kementerian Kehutanan, Wetlands International Indonesia/Yayasan Lahan Basah, Yayasan Ekologi Satwa Alam Liar Indonesia, Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia, Burungnesia, dan Burung Laut Indonesia.

“Asian Waterbird Census bukan sekadar kegiatan pengamatan burung, tetapi bagian dari mekanisme ilmiah pemantauan ekosistem lahan basah yang dilakukan secara serentak di tingkat global. Data yang dikumpulkan dari kawasan pesisir Jakarta akan berkontribusi pada pembaruan basis data nasional dan regional mengenai populasi burung air, yang sangat penting untuk mendeteksi tren penurunan, perubahan pola migrasi, hingga tekanan terhadap habitat’” ujar Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan KEHATI Rika Anggraini.

Burung air merupakan indikator penting kesehatan ekosistem lahan basah. Mereka hidup di sungai, danau, tambak, mangrove, rawa gambut, sawah, hingga kawasan pesisir. Keberadaan jenis-jenis seperti kuntul, bangau, bebek, pecuk, burung pantai, camar, hingga pelikan, menjadi penanda keseimbangan ekologi yang harus dijaga bersama.

Melalui kegiatan ini, Biodiversity Warriors berkolaborasi dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta melibatkan 83 peserta muda yang berasal dari siswa SMA/sederajat dan mahasiswa di Jakarta untuk terjun langsung melakukan pengamatan di tiga kawasan pesisir Jakarta. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan data terbaru mengenai jenis dan jumlah burung air yang terpantau, tetapi juga memperkuat kapasitas generasi muda dalam memahami pentingnya konservasi burung air dan habitat pesisir.

Peserta yang terlibat berasal dari Saka Wanabakti Daerah Provinsi DKI Jakarta, mahasiswa Kelompok Studi Hidupan Liar Comata Universitas Indonesia, Kelompok Pengamat Burung (KPB) Nycticorax Universitas Negeri Jakarta, KPB Nectarinia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Himpunan Mahasiswa Biologi Rafflesia Universitas Islam As-Syafi’iah. Kegiatan ini turut didukung oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Mangrove Resort TWA Angke Kapuk, TFCA Sumatera dan Yayasan Lahan Basah.

Partisipasi generasi muda dalam AWC menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran ekologis sejak dini. Selain mendukung pemutakhiran data nasional burung air, kegiatan ini juga mempererat kolaborasi antara komunitas, pemerintah daerah, penggiat lingkungan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kawasan pesisir Jakarta, yang menjadi lokasi kegiatan, memiliki nilai ekologis penting sebagai habitat burung air sekaligus benteng alami dari ancaman perubahan iklim dan abrasi. Namun, kawasan ini juga menghadapi berbagai tekanan seperti pencemaran, alih fungsi lahan, dan aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan.

Berdasarkan hasil pengamatan burung secara serentak di tiga kawasan pesisir Jakarta pada pukul 07.00 – 17.00 WIB, yaitu HLAK ditemukan 38 jenis burung dengan total 289 individu, 18 jenis diantaranya masuk ke dalam jenis burung air dengan total 206 individu, TWA Angke Kapuk ditemukan 34 jenis burung dengan total 117 individu, 12 jenis diantaranya masuk dalam jenis burung air dengan total 54 individu dan SMMA ditemukan 27 jenis burung dengan total 126 individu, 13 jenis diantaranya masuk ke dalam jenis burung air dengan total 42 individu.

Beberapa jenis burung air yang ditemukan di tiga kawasan pesisir Jakarta tersebut diantaranya adalah blekok sawah (Ardeola speciosa), pecukpadi hitam (Phalacrocorax sulcirostris), pecukular asia (Anhinga melanogaster), cangak abu (Ardea cinerea) dan cangak merah (Ardea purpurea).

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2