BBKSDA Sulsel Latih Pemuda Mamasa jadi Pemandu Pendakian di TNGD

oleh -120 kali dilihat
BBKSDA Sulsel dan APGI Latih Pemuda Mamasa jadi Pemandu Pendakian di TNGD
Suasana pelatihan - Foto: Ist

Klikhijau.com – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengadakan Pelatihan Dan Sertifikasi Pemandu Pendakian di Kawasan Taman Nasional Gandang Dewata
Di Hotel Sajojo Mamasa Sulawesi Barat, 18-20 September 2024.

Selain pelatihan dan bimbingan teknis, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sertifikasi dan uji kompetensi bagi peserta yang mengikuti pelatihan.

Kegiatan yang diikuti 18 peserta ini merupakan Kerjasama antara BBKSDA Sulsel dengan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI).  Para peserta adalah pemuda yang berasal dari enam desa Penyanggah yang berada dalam Kawasan gunung Gandang Dewata.

Kegiatan dibuka oleh Hesron Lullulangi.S.Pt.,M.Pd sebagai Camat Kecamatan mamasa. Dalam sambutannya, Hesron meyampaikan pentingnya sertifikasi sebagai proses untuk mendapatkan pengakuan dalam suatu bidang termasuk Kepemanduan wisata Gunung yang melakukan sebuah pekerjaan dilandasi oleh pengetahuan keterampilan dan sikap kerja.

“Pelatihan ini sangat penting agar para peserta punya pengetahuan cukup dan tentu juga pengakuan sebagai pihak yang ahli dalam bidang memandu pendakian khususnya di TBGD,” katanya.

KLIK INI:  Sembilan Kabupaten Anggota LTKL Bersiap Capai Target Ekonomi Lestari

Ketua umum Asosiasi pemandu Gunung Indonesia Rahman Muhlis dalam sambutannya mengatakan dengan hadirnya APGI yang merupakan perkumpulan pemandu gunung pertama yang ada dan satu satunya di Indonesia bisa memberikan konstribusi dengan keberadaan pemandu gunung Profesional di kawasan TNGD.

“Kita tahu, kawasan TNGD memiliki pesona tersendiri yang akan menjadi  magnet bagi wisatawan. Antara lain dengan karakteristik gunungnya yang khas,” tuturnya.

Rahman menambahkan, kehadiran APGI diharapkan dapat memberi dukungan pengalaman dan pengayaan bagi peserta terutama mengenai skil teknis sebagai pemandu profesional.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan ragam materi menarik dan penting antara lain Pengenalan Standar Kompotensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Materi Melakukan persiapan dokumen perjalanan, mengikuti Proses K3, dan bagaimana menangani situasi konflik.

“Dengan selesainya kegiatan tersebut berharap peningkatan pemandu wisata gunung yang ada di sulawesi Barat Pada khususnya Bisa berkembang dan sejajar dengan kepemanduan gunung yang ada diderah lainnya,” pungkas Rahman.

KLIK INI:  Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih di Bira, Pegiat Lingkungan: Sampahnya Ya!