Bantimurung Jungle Run 2025 Sukses Bius Runners dengan Rute Hutan Karstnya

Klikhijau.com- Pagi itu kawasan wisata Bantimurung nampak riuh pada Sabtu (25/10/2025). Ratusan runners dari berbagai daerah memenuhi pelataran kawasan wisata favorit Kabupaten Maros ini. Memenuhi und...

Bantimurung Jungle Run 2025 Sukses Bius Runners dengan Rute Hutan Karstnya
Bacakan Artikel

"Rutenya cukup ekstrim, tapi itu yang membuat kami ketagihan," ucap salah seorang pelari pada akun medsos miliknya.

Dua kilometer terakhir, pelari melintasi persawahan warga tak jauh dari tebing karst taman nasional. Land mark bertulis "Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung" yang menempel megah di tebing karst menjadi latar belakang berfoto bagi runners.

Saat melintas di Suaka Satwa Kupu-kupu, beberapa ekor serangga kemayu ini menari di atas bunga Lantana camara. Bunga favorit kupu-kupu di alam.

Setelah berlari antara 40 menit hingga hampir dua jam, semua pelari akhirnya tiba di garis finish. Setiap runners disambut dengan pengalungan medali. Pertanda mereka telah berhasil menaklukkan tantangan dan diri sendiri.

Refreshment pada event kali ini lebih melimpah. Beragam makanan ringan dan minuman tergelar. Pelari tinggal pilih. Bisa nambah sampai puas.

Sementara itu hiburan dan doorprize menunggu runners. Summer Time Band mengibur dengan lagu-lagu hitsnya. Tak lupa MC kece dengan lihai memandu jalannya acara seremonial. Sejumlah pejabat memberi sambutan pada puncak pelaksanaan jungle run.

"Hari ini kita sukses menggelar event lari dengan jumlah peserta 350 pelari. Tahun mendatang kita bisa buat yang lebih besar, kalau bisa pesertanya bisa mencapai angka ribuan. Kalau hari ini pesertanya dari warga Makassar dan sekitarnya, tahun depan minimal dari negara-negara ASEAN sesuai dengan status kawasannya, internasional," pungkas Prof. Satyawan Pudyatmoko, Dirjen KSDAE, Kementerian Kehutanan.

Tepuk tangan riuh peserta mendukung pernyataan Dirjen KSDAE. Juga menjadi tanda kepuasan mereka mengarungi track lari hari itu.

"Event jungle run ini sebagai salah satu bentuk 'Forest Healing'. Tentu saja Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sangat cocok untuk jenis terapi kesehatan ini. Jadi, pelestarian alam harus kita jaga agar hutan lebih lebat, udara bebas polusi dan alam lebih bersih sehingga nanti akan berdampak pada penyembuhan kesehatan kita," tambah Prof. Satyawan.

Pelari tercepat putri diraih oleh Fitri dengan durasi lari 40:30. Sementara podium pertama putra diduduki oleh Ashabil Alif Maulid dengan catatan waktu larinya hanya 34:27.

MC kemudian memimpin pengundian doorprize. Sejumlah pelari sumringah dengan hadiah hiburan yang mereka dapatkan, mulai dari jam dinding, setrika, kipas angin hingga kulkas. Terakhir doorprize utama berupa sepeda lipat menjadi puncak pengundian hadiah bagi runners yang berpartisipasi.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang turut memeriahkan Bantimurung Jungle Run 2025. Sampai jumpa di jungle run berikutnya," tutup Heri Wibowo, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2