Banjir di Sulsel, Sinyal Kuat Krisis Iklim yang Sungguh Nyata?

Klikhijau.com – Dalam beberapa hari terakhir, intensitas hujan lebar selama dua hari di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel) menimbulkan petaka banjir. Banjir terparah terlihat di sejumlah ti...

Banjir di Sulsel, Sinyal Kuat Krisis Iklim yang Sungguh Nyata?
Bacakan Artikel

Selain itu, cuaca ekstrim ini bersamaannya pula dengan terjadinya pasang air laut dan berkurangnya hutan menjadi tutupan lainnya. Hal ini, kata Andang menyebabkan siklus hidrologi menjadi singkat yaitu tidak ada lagi proses intersepsi, stem flow, infiltrasi air dan sampai air tanah.

Situasi inilah yang menyebabkan air permukaan semakin tinggi dan penguapan yang tinggi dan mempersingkat siklus Air.

“Oleh karena itu langkah yang harus kita lakukan adalah tindakan untuk mengembalikan siklus hidrologi tersebut. Caranya adalah dengan teknik Konservasi tanah dan air dengan cara vegetatif melalui penanaman pohon untuk tujuan dalam jangka panjang dan mekanik dengan bangunan konservasi dalam jangka pendek misalnya DAM pengendali, sumur resapan dan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulsel merespons banjir dan cuaca ekstrim yang terjadi ini sebagai satu bentuk nyata dari krisis iklim.

Peringatan keras tersebut disampaikan WALHI Sulsel pada akun instagramnya @walhisulsel pada (7/12). Ditulisnya bahwa curah hujan yang tinggi di sejumlah Kabupaten/Kota di Sulsel beberapa hari terakhir  sebagai dampak nyata dari suatu krisis iklim.

“Perubahan ini adalah akumulasi dari aktivitas destruktif yang telah berlangsung hingga saat ini,” tulis WALHI.

Situasi ini tambah WALHI diperparah oleh rendahnya daya dukung lingkungan akibat deforestasi. Juga kebijakan pembangunan yang tidak melihat aspek kebencanaan sebagai hal penting.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2