Banjir, Potret Buruk Manajemen Tata Kelola Lingkungan

Sulsel, Klikhijau.com - Banjir di awal tahun 2019 yang melanda beberapa daerah di Sulawesi Selatan cukup mengagetkan. Tingginya intensitas hujan disertai angin kencang mengakibatkan bencana banjir...

Bacakan Artikel

Sulsel, Klikhijau.com - Banjir di awal tahun 2019 yang melanda beberapa daerah di Sulawesi Selatan cukup mengagetkan.

Tingginya intensitas hujan disertai angin kencang mengakibatkan bencana banjir dan longsor menerjang Provinsi Sulawesi Selatan di 9 Kabupaten/Kota yakni, Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Maros, Pangkep, Barru, Wajo dan Soppeng, sejak Senin malam, 21 Januari 2019.

Hasil pemantauan tim Desk Disaster Walhi Sulawesi Selatan menyebutkan banjir yang terparah terjadi di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Jeneponto dan Maros. Ratusan rumah terendam banjir sehingga sebagian besar warga mulai mengungsi.

Di Kabupaten Gowa, ketinggian air di Bendungan Bili-Bili hampir sampai pada ambang batas, yakni 103 meter sehingga pintu air harus dibuka dan menyebabkan Sungai Jeneberang meluap dan merembes masuk ke pemukiman warga.


KLIK INI:ย FOTO: Tragedi Badai dan Kepungan Sampah di Selayar

KLIK INI:ย Walhi Sulsel: Pemerintah Kota Makassar Gagal Atasi Banjir


Sejauh ini yang paling parah terkena dampak banjir dan tanah longsor adalah Kabupaten Gowa. Informasi sementara oleh data Walhi Sulsel, ada 7 orang korban meninggal dunia, sekitar 9 kecamatan terendam banjir.

"Yang terparah di Kecamatan Pallangga hampir sebagian besar rumah warga terendam banjir. Tidak hanya itu, bencana tanah longsor juga terjadi di sepanjang jalan poros Malino Kecamatan Tinggimoncong dan Kecamatan Parigi,โ€ ungkap Muh. Akram Sulaiman, Kepala Unit Desk Disaster Walhi Sulsel.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: