Baje’, Penganan Khas Sulawesi yang Sarat akan Nilai Filosofi

Klikhijau.com –  Pulau Sulawesi, tak hanya jadi “rumah” bagi banyak flora dan fuana endemik. Namun, juga jadi ladang berkembangnya berbagai jenis penganan. Baje’ hanyalah salah satu penganan khas d...

Baje’, Penganan Khas  Sulawesi yang Sarat akan Nilai Filosofi
Bacakan Artikel

Klikhijau.com –  Pulau Sulawesi, tak hanya jadi “rumah” bagi banyak flora dan fuana endemik. Namun, juga jadi ladang berkembangnya berbagai jenis penganan.

Baje’ hanyalah salah satu penganan khas di jazirah Sulawesi, khususnya di Sulawesi Selatan dan Barat.

Namun, penganan ini berbeda dengan yang lainnya. Karena ia memiliki funggi ganda, tak hanya sebagai makanan, tapi juga menjadi bagian terpenting dalam menggelar ritual di masyarakat.

Baje’ telah merasuk ke dalam denyut kehidupan masyarakat. Tak akan lengkap ritual tanpanya. Sebagai masyarakat yang suka pesta atau acara, penganan satu ini memiliki peran yang sangat penting.

[irp]

Karena tiga alasan

Pilihan itu jatuh pada baje’ dari beras ketan karena tiga alasan, pertama, proses pembuatannya yang mudah dan cepat, kedua, nilai filosofi yang dikandungnya, dan ketiga bisa tahan lama.

Untuk membuat baje’, bahan dasar yang harus disiapkan adalah keras ketan, gula merah, dan kelapa parut. Khusus kelapa parut, bahan tak terlalu penting, karena bisa saja ditiadakan.

Beras ketan terlebih dahulu direndam lalu dikukus sehingga berubah menjadi nasi beras ketan. Nasi jenis ini bagi masyarakat Makassar disebut songkolo dan masyarakat Bugis menyebutnya sokko’.

Setelah songkolo siap, maka siapkan gula merah. Cairkan gula merah di atas wajan. Setelah mencair masukkan songkolo tadi dan parutan kelapa. Aduk hingga merata dan gula merahnya mengental membaluti songkolo.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: