Bagaimana Menaruh Ampas Kopi sebagai Penyubur Tanaman Anda?
Klikhijau.com – Kopi yang Anda seduh rasanya selalu menggoda justru karena rasa pahitnya. Bagi penggemar kopi, rasa pahit itu tidak sekadar ada sebagai suatu rasa khas—tetapi juga mengandung filosofi...
Klikhijau.com – Kopi yang Anda seduh rasanya selalu menggoda justru karena rasa pahitnya. Bagi penggemar kopi, rasa pahit itu tidak sekadar ada sebagai suatu rasa khas—tetapi juga mengandung filosofi kehidupan yang dalam.
Selain diseruput, ampas kopi ternyata sangat bermanfaat sebagai penyubur tanaman. Ini tentu sangat baik bagi Anda pecandu kopi dan sekaligus maniak tanaman atau bunga-bunga.
Daripada terbuang sebagai sampah, ampas kopi dapat daur ulang untuk membantu taman atau tanaman hias Anda tumbuh. Namun, banyak yang bertanya-tanya, seperti apa caranya? Apakah ampas kopi langsung dibubuhi begitu saja di atas tanaman atau seperti apa?
Sampai di sini, banyak yang salah kaprah. Menaruh ampas kopi di permukaan media tanam justru berpotensi menyisakan masalah. Bahkan memicu pertumbuhan yang lambat pada tanaman. Jadi, tidak selalu sesederhana membuang bubuk kopi segar di atasnya.
Kopi yang diseduh cukup asam, ampas kopi yang digunakan cukup netral, yang berarti bahwa kopi tersebut kemungkinan tidak akan banyak merusak atau baik dalam hal pH.
Namun, ada masalah lain yang perlu dicermati. Dikutip dari Lifehacker, kafein yang tersisa di bubuk kopi Anda dapat memicu atau bahkan menghambat pertumbuhan tanaman.
[irp]
Selain itu, menumpuk tanah di atas tanaman Anda dapat mencegah udara dan air bersirkulasi dengan baik dan meresap ke dalam tanah.
Karena itu, diperlukan suatu cara khusus agar bubuk kopi dapat memperbaiki struktur tanah dan dapat mencegah hama (terutama hewan peliharaan yang menyukai tanaman). Jadi apa yang harus menjadi perhatian?