Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Tips Hijau dan Gaya Hidup

7 Cara Mengatasi Sampah Pakaian yang Anti Mainstream

Oleh Tim Redaksi 12 Sep 2026 19:54 3 menit baca

Klikhijau.com – Jika tak segera diatasi, sampah pakaian atau tekstil bisa menghasilkan sebuah gunung. Bayangkan saja, Ellen MacArthur Foundation (2017) melaporkan, sekitar 92 juta ton limbah tekstil dibuang setiap tahun di seluruh dunia.

Parahnya, sebagian besarnya berakhir di tempat pembuangan sampah atau dibakar menghasilkan polusi udara. Hal itu disebabkan karena kurangnya upaya daur ulang.

Di Indonesia, menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2023, sampah tekstil menyumbang 2,87% dari total komposisi sampah nasional.

Sementara data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menunjukkan persentase limbah tekstil di Indonesia  menyumbang sekitar 2,63% dari total seluruh sampah

Pada tahun 2030, proyeksi menunjukkan limbah tekstil bisa mencapai 3,5 juta ton. Hal itu menjadi ancaman yang sangat serius bagi lingkungan.

Lalu apa yang bisa dilakukan agar sampah tekstil atau pakaian dapat di atasi, minimal dapat dikurangi. Berikut beberapa caranya:

  •  Jangan gengsi menyewa  pakaian saat ada acara

‎Saat ada acara seperti kondangan, wisuda, atau liburan  biasanya pakaian hanya dipakai satu atau dua kali lalu saja. Sisanya akan menumpuk di lemari.

‎‎Karenanya, memanfaatkan  tempat penyewaan baju lokal (fashion rental) dapat menjadi pilihan. Bukan hanya akan membuat  sobat hijau bisa tampil beda di setiap acara, tetapi juga bisa lebih ramah kantong dan ramah lingkungan.

  • ‎‎‎Arisan atau pertemuan tukar baju  

Saat ada diskon, mata akan membelalak dan keinginan untuk membeli pakian baru merontah-rontah. ‎Ubahlah kebiasaan berbelanja pakaian meski saat ada diskon. Caranya membuat acara swapping party bersama teman atau komunitas.

‎‎Setiap orang membawa pakaian layak pakai yang sudah jarang mereka kenakan. ‎Kalian bisa mendapatkan pakaian teman secara gratis.

‎‎Keuntungan lainnya, lemari dapat penghuni baru tanpa sesak dan tanpa mengeluarkan uang, juga tak ada penambah produksi pakaian baru.

  • ‎ Kolaborasikan pakaian (Franken-Fashion)

‎Cobalah menggabungkan dua pakaian tua atau rusak menjadi satu item baru yang trendi. Caranya, p‎otong dua pakaian yang beda motif kemudian jahit, buat pola sesuai keinginan.

Cara ini, bukan hanya menghemat uang, tetapi juga akan menghasilkan fashion yang unik dan menarik.

  • Menerapkan sistem capsule wardrobe minimalis

Cobalah menantang diri sendiri untuk menggunakan koleksi baju dalam jumlah terbatas selama 3 bulan. Cara yang bisa dilakukan adalah semua atasan, bawahan, dan luaran dirancang agar saling cocok jika dipadupadankan (mix and match).

‎‎Teknik ini melatih kreativitas berpakaian sekaligus menahan dorongan impulse buying pakaian fast fashion.

  • ‎‎Belajar seni visible mending  

Bukan cuma menambal baju yang bolong, teknik visible mending justru sengaja memperlihatkan bagian yang diperbaiki sebagai karya seni.

‎‎Pakai teknik sulam tradisional Jepang (Sashiko) atau bordir bunga untuk menutup sobekan/noda pada celana jeans atau kemeja.

‎‎Baju lama milikmu justru punya kisah unik dan tampil lebih elegan ketimbang baju baru dari toko.

  • Upcycling menjadi item fungsional

‎Ubah bentuk dan fungsi pakaian yang sudah tidak bisa dipakai lagi tanpa perlu keahlian menjahit tingkat tinggi.

‎Misalnya, kaus bekas dipotong-potong melingkar menjadi benang kaus (t-shirt yarn), lalu dirajut menjadi keset, tas belanja, atau tempat pot tanaman (macrame).

‎‎Atau jeans bekas dipotong dan dijahit menjadi tote bag yang kokoh, tempat pensil, atau taplak meja bertema denim.

  • ‎‎ ‎Gunakan pewarnaan alami kembali (Eco-Dyeing)

‎Baju putih atau berwarna terang yang sudah kusam/terkena noda membandel bisa dihidupkan kembali warnanya menggunakan bahan dapur alami.

Cara ini bukan hanya menghasilkan pakaian yang unik dan menarik, tetapi juga ramah dompet dan lingkungan.

 Itulah cara untuk mengatasi sampah pakaian atau limbah tekstil, semoga bermanfaat.

 

Topik terkait
limbah tekstil sampah pakaian ancaman lingkungan pencemaran lingkungan