Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Tips Hijau dan Gaya Hidup

Kekuatan Gen Z dan Media Sosial dalam Kampanye Lingkungan Digital

Oleh Ulfia Kalsum 20 Sep 2026 21:04 11 menit baca

Klikhijau.com - Jika mendengar kata hijaukan media sosial, hal apa yang terbesit di pikiran kita tentang hal tesebut. Rupanya bagi kami yang gen Z, media sosial dapat dimanfaatkan utntuk medorong kesadaran lingkungan.

Media sosial mampu menjadi jembatan atau salah satu cara untuk mengkampanyekan hidup hijau. Kata sederhananya yakni kita harus sadar dan mulai berkontribusi dalam masalah lingkungan, karena ini merupakan masalah yang tak kunjung terselesaikan.

Di zaman digital yang semakin maju, media sosial sudah menjadi alat penting untuk berkomunikasi dengan orang lain. Media sosial adalah medium di internet yang memungkinkan pengguna merepresentasikan dirinya maupun berinteraksi, bekerja sama, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain, dan membentuk ikatan sosial secara virtual.

Media sosial yang selalu kita gunakan sebagai tempat berbagi cerita, pengalaman, aktivitas sehari-hari, saling mengenal dengan orang banyak tetapi secara perlahan media sosial juga dapat menjadi ruang untuk menyampaikan atau menginformasikan kepedulian kita terhadap lingkungan.

Laporan We Are Social Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan jumlah identitas penggunaan media sosial di Indonesia meningkat menjadi 26%  secara tahunan yang mana mencapai 180 juta atau setara dengan 62,9% dari populasi penduduk saat ini.

Penggunaaan media sosial di Indonesia angka tertingginya menghabiskan waktu sebanyak 21 jam 50 meniit setiap minggu untuk  berselancar didunia maya. Fenomena diatas menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial tidak dapat dipisahkan didalam kehidupan. Didalam penggunaanya salah satunya mendapatkan banyaknya informasi yang kita dapatkan diberbagai platfrom digital.(Media et al., 2026)

Meningkatnya jumlah pengguna media sosial juga mendukung untuk memiliki potensi sebagai sarana edukasi seperti dalam hal sampah, perubahan iklim, gaya hidup hijau, hingga pelestarian lingkungan dapat disesuaikan dengan bentuk atau kebiasaan yang sering dilakukan oleh para pengguna media sosial.

Peran Generasi Z terhadap isu lingkungan di media sosial

Generasi Z menjadi pengguna media sosial terbanyak sekarang ini. Survei yang dilakukan oleh YouGov menunjukkan, setidaknya 81% penduduk Indonesia aktif menggunakan sosial media.

Pengguna media sosial di Indonesia didominasi oleh Gen Z yang mana 48% Gen Z menghabiskan waktu mereka di berbagai platform digital sebanyak 1-5 jam per hari.

Selain itu, jika merujuk pada pengamatan saya, Gen Z dapat menggunakan media sosial bahkan lebih dari data diatas. Oleh karena itu, media sosial sangat cocok untuk digunakan media kampanye oleh segelintir orang akan tetapi kembali pada bagaimana kesadaran masyarakat secara luas terhadap lingkungan.(Adam et al., 2026).

Dalam hal ini Gen-Z memiliki kekuatan, peluang yang besar untuk bisa melakukan kampanye lingkungan di media sosial karena tidak adanya batasan atau halangan untuk mengkampanyekan sesuatu hal di media sosial.

Salah satunya mengenai sampah yang banyak diberitakan diberbagai platform digital seperti Aksi Pandawara yang lebih banyak menyorot di Instagram. (Natasari, 2023), sampah menjadi persoalan yang sampai saat ini tak kunjung terselesaikan.

Banyak narasi yang menyampaiakan informasi tentang sampah baik seacara tulisan ataupun media sosial. Tapi kembali lagi pada realita bagaimana Gen-Z mengambil peran didalam penghijauan tersebut.

Zaman sekarang Gen-Z juga memiliki kemampuan menyesuaikan pada keadaaan yang sedang terjadi, bukan hanya persoalan sampah tapi masih banyak hal lain.

Lingkungan adalah bagian penting didalam kehidupan maka tidak ada salahnya kita mengambil peran didalam menjaganya. Denagan demikian, media sosial tidak hanya sebagai ruang digital yang bersisi tren tetapi dapat menjadi ruang atau sarana untuk menhasilkan perubahan yang positif untuk masa depan.

Konten Hijau Tidak Harus Membosankan.

Paparan konten berisi isu lingkungan membawa dampak positif bagi masyarakat salah satunya dengan adanya video atau konten menjadi ruang belajar tersendiri yang secara perlahan dapat mengubah gaya hidup, misalnya sering membawa tumbler, membatasi pembelian barang yang tidak terlalu dibutuhkan dan yang tak kalah penting adalah membung sampah pada tempatnya.

Kreativitas gen Z dapat mendorong kesadaran kita secara massif bahwasanya lingkungan memerlukan perhatian kita semua. Dengan angka  yang tinggi terjadi dimedia sosial maka penting menjadi tempat untuk memproduksi, distribusi dan mengonsumsi konten-konten positif yang dapat memengaruhi pendapat dan keputusan agar dapat berkontribusi lebih jauh lagi terhadap lingkungan yang ada. (Hafiar et al., 2024)

Berdasarkan data dari DataReportal pada Oktober 2025, Indonesia memiliki 180 juta identitas pengguna media sosial yang setara dengan 62,9 % dari total populasi. Selain itu, sekitar 78,2% pengguna internet Indonesia menggunakan setidaknya satu platform media sosial.(Kajian et al., 2026)

Oleh karena itu, media sosial menjadi sarana untuk bisa menggait lebih banyak orang mengenai isu lingkungan serta memberikan pemahaman yang kompleks tentang lingkungan itu sendiri. Banyak hal yang berkaitan dengan lingkungan dan saatnya kita untuk berubah dan lebih peduli pada lingkungan.

Menghijaukan ruang digital

Media sosial hadir dengan berbagai pesan yang disebarkan dan tentunya dapat menjangkau banyak orang dalam waktu yang relatif lebih singkat. Ketika membagukan sebuah inoformasi maka banyak pengguna lain yang melihat atau bahkan bisa saja pengguna tersebut membagikan informasi tersebut lebih jauh lagi.

Menghijaukan media sosial atau ruang digital tidak berhenti pada lingkungan saja. Tapi lebih jauh lagi dapat dimaknai sebagai upaya untuk memperbanyak informasi mengenai lingkungan dan kepedulian masyarakat serta mendorong perubahan lingkungan yang lebih ramah dan berbasis pada tindakan masyarakat atau aksi nyata terhadap peduli lingkungan.

Dibalik banyaknya informasi dan beragam konten yang setiap hari muncul. Isu lingkungan membutuhkan perhatian atau ruang yang lebih besar untuk diinformasikan.

Menjaga lingkungan tidak hanya dapat dilakukan melalui tindakan langsung seperti menanam pohon tapi jika dilihat lebih dalam kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari dukungan yang diberikan terhadap kampanye lingkungan serta memberikan pesan atau kesan yang dapat menimbulkan kesadaran orang lain. 

Maka dari itu lingkungan bukan hanya soal sampah tetapi perlu kita lihat dan cermati lebih dalam persoalan lingkungan yang beragam. Mulai dari penggunaan bahan plastik, perubahan iklim, gaya hidup berkelanjutan hingga pada tahap kampanye lingkungan.

Hal tersebut bisa kita ubah dari hal yang sederhana atau paling dekat dengan kita misalnya dengan membiasakan diri kita membawa tumbler, hal ini sudah menjadi perubahan yang perlahan akan mengubah pola hidup atau pandangan kita mengenai lingkungan.

Perubahan kecil yang terus-menerus terjadi dan berdampak positif secara perlahan akan membawa perubahan dan dampak yang besar dimasyarakat. Jangan ragu untuk memulai dari hal kecil karena bisa jadi hal kecil itulah yang membawa perubahan atau solusi terhadap masalah yang terjadi.

 

Topik terkait
Media Sosial Konten Hijau