Cara Membuat Media Tanam Terbaik untuk Sayuran Segar

Publish by -301 kali dilihat
Penulis: Ahmad Muthahir
Cara Membuat Media Tanam Terbaik untuk Sayuran Segar
Ilustrasi peggunaan pupuk kompos pada tanaman/foto-liputan6

Klikhijau.com – Faktor paling penting dalam menentukan keberhasilan menanam sayuran adalah pilihan media taman (Metan) yang baik dan tepat. Perannya dapat mempengaruhi hasil produksi tanaman.

Seiring berkembangnya ilmu bercocok tanam, ada tiga metode tanam yang berbeda yaitu dengan menanam langsung (dengan tanah), aeroponik (dengan udara), dan hidroponik (dengan air).

Perlu diketahui bahwa setiap jenis tanaman memerlukan Metan yang berbeda-beda tergantung pada karakteristik dan sifatnnya.

Contohnya pada tanaman buah yang memerlukan media tanam yang solid supaya dapat menopang pertumbuhan tanaman yang lebih besar sedangkan untuk jenis tanaman sayuran daun lebih membutuhkan media tanam yang lebih gembur dan mudah untuk ditembus akar.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas Metan untuk sayuran organik atau yang tidak mengandung pestisida serta pupuk kimia lainnya.

KLIK INI:  Cara Membuat Pot dari Barang Bekas, Murah dan Ramah Lingkungan
Sifat media tanam yang baik untuk tumbuhan

Sebelum membahas cara membuatnya, alangkah lebih baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu bahwa fungsi Metan yaitu untuk menopang tanaman, memberikan nutrisi, serta menyediakan tempat akar tanaman untuk dapat tumbuh dan berkembang.

Media tanam dibuat sebagai pengganti tanah yang didesain lebih baik dan berdasarkan kebutuhan tanaman yang diinginkan.

Oleh sebab itu, harus dapat menggantikan fungsi tanah dengan baik untuk tanaman yang dibudidayakan (Perwitasari, B. 2012). Media tanam yang baik haruslah mempunyai sifat-sifat fisik, biologi, dan kimia yang sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman dengan syarat sebagai berikut:

KLIK INI:  Intip 6 Cara Ampuh Menyimpan Cabai Agar Tetap Awet
  • Menyediakan unsur hara

Nutrisi yang cukup, baik makro ataupun mikro sangatlah penting untuk pertumbuhan tanaman. Ini dapat disediakan dari pupuk ataupun melalui aktivitas mikroorganisme yang ada di dalam media tanam.

  • Mempunyai porositas

Mampu menyimpan air dan oksigen serta memiliki kemampuan drainase yang baik. Ini bertujuan untuk dapat mempertahankan kelembaban tanah dan membuang kelebihan air di dalamnya. Di sisi lain, rongga tersebut harus pula dapat menyerap air dengan baik. Dengan tujuan untuk disimpan sebagai cadangan dan juga untuk mempertahankan kelembaban.

  • Mampu menopang tanaman dan menyediakan ruang tumbuh untuk akar

Media tanam baiknya pada kondisi gembur sehingga akar tanaman dapat tumbuh dengan sempurna. Namun perlu diperhatikan bila media terlalu gembur, pertumbuhan akar akan leluasa, ini dapat menyebabkan tanaman menjadi terlalu mudah lepas dan tercabut. Sebaliknya, bila terlalu padat akar tanaman akan mengalami kesulitan untuk tumbuh.

  • Tidak mengandung bibit penyakit dan hama

Hama dan penyakit yang ada di dalam media tanam bisa menyerang tanaman, efeknya dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Namun juga tidak harus steril, karena banyak mikrooganisme tanah yang sangat bermanfaat untuk tanaman, media tanam harus higienis dari hama dan bibit penyakit.

KLIK INI:  Bikin Gemas, Ini 9 Kreasi Kemasan Pasta Gigi Bekas yang Keren
Bahan media tanam organik untuk sayuran
  • Tanah

Pada umumnya terdapat 2 tipe tanah yang perlu diperhatikan yaitu tanah lempung, tanah pasir. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Tanah yang berpasir mempunyai kemampuan drainase yang baik, dan cepat mengalirkan air tetapi jenis tanah tersebut sangat buruk dalam hal menyimpan air sebagai cadangan dan menjaga kelembapan.

Sedangkan tanah lempung cenderung lebih sulit untuk ditembus air sehingga akan menyebabkan air tergenang pada media tanam. Tanah yang baik sebagai media tanam diambil dari lapisan bagian atau top soil, gabungan dari tanah pasir dan lempung biasanya menghasilkan tanah yang gembur.

  • Humus atau Kompos

Penambahan bahan organik seperti humus atau kompos pada media tanam, dapat memperbaiki struktur fisik tanah dan juga dapat meningkatkan kapasitas tukar kation. Dalam menambahkan Kompos, sebaiknya menggunakan kompos yang sudah matang.

Kompos yang masih belum matang dapat berpotensi mendatangkan penyakit dan hama. Selain itu, unsur haranya juga relatif sulit untuk diserap tanaman karena belum terurai secara penuh.

KLIK INI:  Mengenal Lebih Dekat Gerakan Nasional Pilah Sampah dari Rumah

Kompos merupakan bahan organik yang fungsinya sebagai penyedia unsur hara atau nutrisi untuk tanaman. Kompos yang dipergunakan sebagai media tanam yaitu kompos padat. Unsur bahan organik lain juga dapat dipakai sebagai pengganti kompos ataupun humus, seperti pupuk kandang maupun pupuk hijau.

Hanya saja yang perlu diperhatikan, sebaiknya gunakanlah pupuk kandang atau hijau yang sudah benar- benar matang dan teksturnya telah berbentuk granul menyerupai tanah. Penggunaan pupuk kandang yang masih belum matang dapat beresiko membawa panyakit dan hama pada tanaman.

  • Arang sekam dan sabut kelapa

Arang sekam merupakan hasil pembakaran yang tidak sempurna dari sekam padi. Manfaatnya untuk meningkatkan kapasitas porositas dari media tanam.

Penambahan arang sekam di media tanam akan memperbaiki struktur media tanam, karena memiliki partikel-partikel yang berpengaruh pada pergerakan udara, air, dan juga menjaga kelembabannya.

Arang sekam dapat menetralisir racun, menetralisir keasaman tanah, meningkatkan daya ikat tanah terhadap air, merangsang pertumbuhan mikro organisme yang bermanfaat bagi tanaman, menjadikan tanah menjadi gembur sehingga dapat memperbaiki aerasi dan drainase tanah (Nurshanti 2009).

KLIK INI:  Agar Aglaonema Tampak Cetar Mempesona, Ini Pilihan Pot dan Media Tanam Terbaik!

Selain arang sekam, dapat juga menggunakan sabut kelapa atau biasa disebut dengan cocopeat. Sabut kelapa ini mempunyai sifat menyerupai arang sekam. Media tanam sabut kelapa sangat cocok dipakai di daerah yang kering yang mana curah hujannya rendah.

Sabut dapat diambil dari bagian dalam antara kulit dan batok kelapa yang telah tua.

Cara membuat media tanam organik untuk sayuran
  • Siapkanlah tanah yang kondisinya gembur dan subur, sebaiknya diambil dari bagian tanah paling atas (top soil). Usahakan tanah tersebut dalam keadaan yang kering sehingga tanah tidak menggumpal. Tanah yang menggumpal dapat menyebabkan bahan baku tidak tercampur secara rata. Kemudian ayaklah tanah tersebut sampai menjadi butiran halus.
  • Siapkanlah kompos yang sudah matang. Kemudian ayaklah humus atau kompos seperti cara pertama.
  • Siapkanlah arang sekam yang kering dan siap pakai.
  • Kemudian campurkanlah tanah, kompos, dan arang sekam pada sebuah wadah. Komposisi campurannya yaitu 2 bagian tanah, 1 bagian kompos dan 1 bagian arang sekam. Kemudian aduklah campuran tersebut hingga merata. Ketiga bahan baku tersebut di atas dapat juga dicampur dengan komposisi yang lain yaitu 1:1:1 atau 2:1:1. Tergantung mana yang terbaik menurut Anda, tentunya juga tergantung dari jenis tanaman yang akan ditanam dan juga ketersediaan sumber daya bahan baku pembuatannya. Lebih baik Anda mencobanya secara try and error sehingga mendapatkan formula komposisi yang tepat.
  • Siapkanlah pot atau polybag dan masukkanlah campuran ketiga bahan baku tersebut. Media tanam sudah siap untuk digunakan.

Sebagai kesimpulan, media tanam sangat membantu jika kita ingin menanam sayuran dalam bentuk pot/polybag.

Aktivitas menanam sayuran di halaman rumah dapat menambah kegiatan positif di masa pandemi. Selain menghemat ruang, peralatan yang digunakan pun sangat sederhana, bahkan bisa berasal dari limbah rumah tangga yang tak lagi terpakai. Selamat mencoba!

KLIK INI:  Yuk, Kenali Ciri-Ciri Air yang Tercemar!
Editor: Anis Kurniawan
Sumber: Alamtani, Jurnal Produksi Tanaman (2016), youtubel channel Lostpacker

KLIK Pilihan!