Anis Punggung-merah, Burung Endemik Penghias Lantai Hutan

Klikhijau.com - Pada suatu pagi yang cerah, saya bertandang ke kawasan wisata Bantimurung, Taman nasional Bantimurung Bulusaraung. Tepatnya pertengahan September 2023. Pagi-pagi sekali, suasananya beg...

Anis Punggung-merah, Burung Endemik Penghias Lantai Hutan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Pada suatu pagi yang cerah, saya bertandang ke kawasan wisata Bantimurung, Taman nasional Bantimurung Bulusaraung. Tepatnya pertengahan September 2023. Pagi-pagi sekali, suasananya begitu syahdu. Hanya beberapa petugas yang sedang menjalankan rutinitasnya. Termasuk menghalau dedaunan dan sisa sampah plastik yang menghiasi jalan menuju air terjun.

Air terjun Bantimurung nampak megah. Batu gamping di balik air terjun, nampak samar-samar. Airnya mulai berkurang. Gemuruh air yang jatuh juga tak begitu terdengar. Aliran air mengikuti lekukan batu karst. Meski begitu pamornya tak berkurang. Apalagi paduan pepohonan yang selau menghijau di sekitarnya.

Saya berhenti sejenak. Memandangi air terjun. Menikmati kemolekannya. Menikmati terpaan sinar matahari yang masih malu-malu menembus pepohonan yang rindang. Apalagi kehadiran beberapa ekor kupu-kupu terbang hilir mudik. Sesekali mendarat di batuan yang basah. Menikmati garam mineral darinya.

Saya berjalan sendiri. Mengayuhkan langkah demi langkah. Menikmati indah karunia Ilahi.

Saya kemudian mendaki anak tangga persis di samping air terjun. Sesekali singgah sejenak dan memandangi air terjun dari samping. Sembari mengambil napas yang dalam. Usia tak lagi muda, tak bisa dipungkiri, meski semangat selalu membara.

Kali ini saya bermaksud mengabadikan satwa liar di kawasan wisata yang telah masyur sejak bangsa ini masih di bawah koloni negara lain. Karena itu, senjata: kamera, menggantung di bahu kanan. Selalu bersiap membidik.

Bagi saya, Bantimurung selalu spesial. Meski wisatawan yang berkunjung kadang tak terbendung, namun masih menyisakan ruang bagi satwa liar untuk berekspresi. Ada banyak satwa yang bisa kita jumpai satwa berkunjung: kupu-kupu, burung, soa-soa, hingga kelelawar. Bahkan  binatang-binatang liarnya lebih dari itu. Terutama bagi mereka yang mengincarnya. Mengincar untuk dipotret atau sekedar menikmati parasnya.

Bantimurung selalu memberi kejutan. Saya acap kali mengunjungi wilayah ini. Entah karena mengantar kolega, sekedar jalan-jalan, termasuk juga menjadi lokasi riset tugas akhir magister saya.

Seperti biasa, saya selalu menikmati tetirah saya. Berjalan sendiri sepanjang sungai yang kali ini menyuguhkan pemandangan yang tak biasa. Airnya berwarna hijau toska. Pantulan alga dan lumut hasilkan warna yang semarak. Pemandangan seperti ini hanya tersaji saat kemarau tiba.

Ada banyak titik pertemuan dengan satwa liar di sini. Utamanya burung, lebih sering menampakkan diri di atas air terjun. Wilayah ini seolah tak terjamah oleh manusia. Hanya sebagian pelancong yang kerap meramahinya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2