Alarm Bahaya, Hutan Tropis Dapat Berubah dari Penyerap Karbon Menjadi Sumber Karbon

Klikhijau.com - Secara historis, hutan tropis berperan sebagai paru-paru bumi. Mereka menyerap karbon dioksida dalam jumlah besar dan melepaskan oksigen sebagai balasannya. Hutan memiliki kemampuan...

Alarm Bahaya, Hutan Tropis Dapat Berubah dari Penyerap Karbon Menjadi Sumber Karbon
Bacakan Artikel

Lebih dari 100 ilmuwan dengan cermat mengukur hutan selama beberapa dekade. Studi mereka mencakup 123 plot percobaan yang mencakup Amazon, Atlantik, dan hutan tropis yang lebih kering di Amerika Selatan.

Upaya yang dilakukan adala pengambilan data yang rumit, yang dengan susah payah dicatat per pohon. Hasilnya mengungkapkan bahwa selama hampir tiga dekade, sebagian besar hutan ini berfungsi sebagai penyerap karbon yang dapat diandalkan.

[irp]

Dari 123 plot yang diteliti, 119 plot mengalami kenaikan suhu rata-rata bulanan sebesar 0,5 derajat Celcius, dan 99 plot mengalami defisit air.

Bisa ditebak, ketika suhu naik, kondisinya akan lebih kering. Sebelum terjadinya El Niรฑo, para peneliti memperkirakan bahwa lahan ini menyerap sekitar sepertiga ton karbon per hektar setiap tahunnya. Namun angka ini anjlok hingga nol di tengah bencana yang disebabkan oleh El Niรฑo.

Pengamatan penting adalah dampak El Niรฑo yang relatif lebih tinggi pada hutan yang sudah cenderung lebih kering. Itu ย menunjukkan bahwa pohon-pohon tertentu mungkin sudah bergulat dengan batas kondisi yang dapat ditoleransi.

Penemuan itu meningkatkan kekhawatiran mengenai dampak jangka panjang perubahan iklim terhadap hutan-hutan tersebut.

Studi baru tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai kemampuan hutan untuk mempertahankan perannya sebagai penyerap karbon jika berada di bawah tekanan iklim ekstrem.

[irp]

Fenomena El Nino

Hal ini dilihat dari kasusย  selama peristiwa iklim El Niรฑo pada tahun 2015-2016. Di mana saat itu telah terjadi kekeringan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bahkan suhu tertinggi yang pernah tercatat menyebabkan hutan di Amerika Selatan tidak lagi berfungsi sebagai penyerap karbon.

Fenomena El Niรฑo menyebabkan peningkatan tajam suhu permukaan laut di Samudera Pasifik. Hal ini memicu perubahan signifikan dalam sistem iklim dunia. Bagi Amerika Selatan, hasil pada tahun 2015-2016 sangat buruk. Peristiwa El Niรฑo serupa sedang berlangsung.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: