Akan Kemana Sampah Platik yang Mengepung TPS Saat Pencoblosan?
Klikhijau.com – Sebagaimana sebuah pesta, Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) menyisakan euforia hingga di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hari ini, 9 Desember, Pilkada serentak 202...
Klikhijau.com – Sebagaimana sebuah pesta, Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) menyisakan euforia hingga di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Hari ini, 9 Desember, Pilkada serentak 2020 berlangsung meriah di mana-mana, namun pemandangan adanya tumpukan sampah, juga jadi satu pemandangan lain yang menyertai.
Pemerhati lingkungan yang juga Leader WCD Majene, Salam Qadry Paolai memotret fenomena itu. Diperkirakan, volume sampah khususnya jenis plastik meningkat tajam di Pilkada ini karena diselenggarakan dengan protokol kesehatan yang ketat.
Dalam sebuah grup WhatsApp, Qady membagikan sebuah gambar, petugas KPPS yang menumpuk sampah sisa dari TPS di sebuah tempat. Lalu, ia mengajukan satu pertanyaan kritis, “Plastik di TPS bencanakah?”
[irp]
Tumpukan sampah plastik di sebuah TPS di satu momen Pilkada di Sulbar - Foto/Qadry[/caption]
[irp]
Dari pantauan Klikhijau, di sejumlah titik perhelatan Pilkada di daerah, sampah yang dihasilkan di TPS kadang tidak masuk dalam skema kegiatan. Umumnya, hanya dibersihkan begitu saja setelah perhitungan suara, bahkan ada pula yang terbengkalai sampahnya di mana-mana.
Setelah itu, sampahnya ada yang dibuang ke TPA ada pula yang dibakar dan dibuang di tempat sampah jadi-jadian. Sebagaimana pesta, selalu menyisakan sampah di baliknya. Pesta selesai, sampah entah bagaimana nasibnya.
“Salam lestari! Kami mengajak kepada seluruh masyarakat terkhusus teman-teman pemerhati lingkungan agar bersama-sama menyelamatkan sampah plastik yang ada di TPS masing-masing. Semoga kepedulian kita ini dapat menyelamatkan bumi,” pesan Qadry.
Keresahan yang sama dirasakan, Ainun Qalbi Mutmainnah dari Komunitas Zero Waste Makassar. Menurut Ainun, sampah plastik di musim pencoblosan memang cukup meresahkan. Hal itu karena banyaknya kemasan makanan yang dihasilkan selama acara berlangsung.
“Umumnya, kemasan makanan styrofoam. Pengelolaannya Cuma bisa dengan ecobrick. Kalau sudah basah berarti Cuma berakhir di TPA,” kata Ainun.
Ainun juga berharap, sarung tangan medis yang terpakai di TPS selama proses pencoblosan seharusnya didistribusikan ke tempat yang mengelola sampah medis.
“Sampah APD medis tidak boleh dibuang sembarangan, meskipun digunakan bukan di area Faskes. Semoga ini dapat tertangani dengan baik,” tutur Ainun.
[irp]