Akan Kemana Sampah Platik yang Mengepung TPS Saat Pencoblosan?

oleh -419 kali dilihat
Akan Kemana Sampah Platik yang Mengepung TPS Saat Pencoblosan
Tumpukan sampah di sekitar TPS di Sulbar yang dipotret pemerhati lingkungan Salam Qadry - Foto/Salam Qadry

Klikhijau.com – Sebagaimana sebuah pesta, Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) menyisakan euforia hingga di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Hari ini, 9 Desember, Pilkada serentak 2020 berlangsung meriah di mana-mana, namun pemandangan adanya tumpukan sampah, juga jadi satu pemandangan lain yang menyertai.

Pemerhati lingkungan yang juga Leader WCD Majene, Salam Qadry Paolai memotret fenomena itu. Diperkirakan, volume sampah khususnya jenis plastik meningkat tajam di Pilkada ini karena diselenggarakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Dalam sebuah grup WhatsApp, Qady membagikan sebuah gambar, petugas KPPS yang menumpuk sampah sisa dari TPS di sebuah tempat. Lalu, ia mengajukan satu pertanyaan kritis, “Plastik di TPS bencanakah?”

KLIK INI:  Kabar Baik, Perjanjian Perlindungan Keanekaragaman Hayati di Laut Lepas Mulai Berlaku
Mestinya ditangani dengan baik

Menurut Qadry, pelaksanaan Pilkada sangat sulit menjauhkan masyarakat dari kerumunan. Masalah lainnya adalah adanya peningkatan sampah plastik khususnya sarung tangan plastik.

“Dalam hati kami bertanya apakah ini tidak akan menimbulkan masalah baru di masyarakat?” celoteh Qadry di grup WhatsApp, Rabu, 9 Desember 2020.

“Kami pun bertanya-tanya, berapakah jumlah plastik yang akan dihasilkan pada pelaksanaan Pilkada Serentak ini yang dilaksanakan di seluruh Indonesia, belum lagi di setiap daerah memiliki beberapa TPS. Apakah ini Bencana? Kemanakah plastik ini akan berlabuh?”

Sebuah pertanyaan yang mengusik dari seorang pemerhati lingkungan, Qadry menyertakan satu tagar penuh makna #sayangibumi. Ini tentu satu keresahan tersendiri.

tumpukan sampah
Tumpukan sampah plastik di sebuah TPS di satu momen Pilkada di Sulbar – Foto/Qadry
KLIK INI:  Bongkar Sindikat Kayu Ilegal Asal Kalimantan: Direktur Perusahaan Peredaran Kayu Ilegal Ditangkap Gakkum LHK

Dari pantauan Klikhijau, di sejumlah titik perhelatan Pilkada di daerah, sampah yang dihasilkan di TPS kadang tidak masuk dalam skema kegiatan. Umumnya, hanya dibersihkan begitu saja setelah perhitungan suara, bahkan ada pula yang terbengkalai sampahnya di mana-mana.

Setelah itu, sampahnya ada yang dibuang ke TPA ada pula yang dibakar dan dibuang di tempat sampah jadi-jadian. Sebagaimana pesta, selalu menyisakan sampah di baliknya. Pesta selesai, sampah entah bagaimana nasibnya.

“Salam lestari! Kami mengajak kepada seluruh masyarakat terkhusus teman-teman pemerhati lingkungan agar bersama-sama menyelamatkan sampah plastik yang ada di TPS masing-masing. Semoga kepedulian kita ini dapat menyelamatkan bumi,” pesan Qadry.

Keresahan yang sama dirasakan, Ainun Qalbi Mutmainnah dari Komunitas Zero Waste Makassar. Menurut Ainun, sampah plastik di musim pencoblosan memang cukup meresahkan. Hal itu karena banyaknya kemasan makanan yang dihasilkan selama acara berlangsung.

“Umumnya, kemasan makanan styrofoam. Pengelolaannya Cuma bisa dengan ecobrick. Kalau sudah basah berarti Cuma berakhir di TPA,” kata Ainun.

Ainun juga berharap, sarung tangan medis yang terpakai di TPS selama proses pencoblosan seharusnya didistribusikan ke tempat yang mengelola sampah medis.

“Sampah APD medis tidak boleh dibuang sembarangan, meskipun digunakan bukan di area Faskes. Semoga ini dapat tertangani dengan baik,” tutur Ainun.

KLIK INI:  Kurban Asyik, Tanpa Kantong Plastik