Ada Sampah Mirip “Genderuwo” di Dermaga Kayubangkoa Saat Aksi WCD

Klikhijau.com – Hari mulai menanjak saat peserta aksi World Cleanup Day (WCD) 2019 Makassar mulai berpencar di Dermaga Kayubangkoa. Orang-orang lalu lalang sangat ramai, tetapi semangat peserta aksi t...

Ada Sampah Mirip “Genderuwo” di Dermaga Kayubangkoa Saat Aksi WCD
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Hari mulai menanjak saat peserta aksi World Cleanup Day (WCD) 2019 Makassar mulai berpencar di Dermaga Kayubangkoa. Orang-orang lalu lalang sangat ramai, tetapi semangat peserta aksi tiada surut.

Tak jauh dari dermaga, peserta aksi mulai menjejaki sampah-sampah plastik yang tampak jorok dan berantakan. Satu persatu, sampah plastik dipungut dan dimasukkan ke dalam karung.

Bukan perkara gampang. Selain jorok dan sebagian berlumut karena tertimbun lama dalam pasir berair, sampah plastik itu pun menghembuskan aroma tak sedap.

Tidak sedikit sampah plastik yang tak lagi bisa dikenali karena telah menyatu dengan beragam jenis plastik. Ada yang bisa dipungut dengan mudah, tetapi sebagian besar memerlukan tenaga ekstra dan kerjasama untuk mengangkatnya.

Sampah dalam tanah dan wajah kita

Kejadian mengejutkan itu pun terjadi persis di pinggir dermaga yang berbatasan dengan beton penyangga. Peserta aksi yang kebanyakan mahasiswi dikagetkan dengan sebuah penampakan sampah aneh. Tampak seperti sebuah kain yang telah bercampur dengan pampers dan kantong plastik.

Namun, saat ditarik, sampah satu ini tidak bisa bergerak. Keras dan kokoh seolah telah berakar dan menancap ke dalam tanah. Sehingga memerlukan tenaga khusus menariknya. Empat mahasiswi dari Universitas Bosowa Makassar pun harus berjibaku menariknya.

Perlu tenaga dan waktu lama menariknya. Sebelum mereka memotong sebuah tali yang menghalangi menggunakan pisau, sampah aneh itu sama sekali tak bergeming. Perlu sedikit cara dan kerjasama untuk menariknya ke permukaan.

Dan betapa terkejutnya, sampah yang tertarik mirip "genderuwo" alias hantu jadi-jadian. Amburadul berantakan seperti hantu dengan tubuh terkoyak. Menyebalkan melihatnya, tetapi ada kepuasan tersendiri berhasil menghempasnya ke dalam karung.

Para mahasiswa geleng-geleng kepala, jenis sampah apa gerangan? Semua sudah tak teridentifikasi lagi secara jelas. Pastinya, sampah mirip "genderuwo" ini sepertinya sudah tertimbun tahunan dalam tanah. Ia tak hancur, ia tetap utuh walau berubah bentuk karena bercampur baur dalam tanah.

Ini hanya satu diantara sampah-sampah yang sulit terangkat saat WCD pagi ini di Dermaga Kayubangkoa dan di pantai Losari. Bahkan saat saya dan kawan lainnya mencoba bergerak ke balik jembatan, sampah plastik tampak berkubang di sana, tiada terkira banyaknya. Sebuah pemandangan mengagetkan yang sekaligus mencemaskan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2