- Meski Akan Dilarang Pemerintah, Kamu yang Suka ‘Thrifting’ Mungkin Setuju Ini! - 27/11/2025
- Mengamati Suatu Sekolah Negeri Mengurus Sampahnya, Emmmm! - 17/11/2025
- Menyelami Sensasi Ketakjuban - 30/10/2025
Klikhijau.com – Tanpa disadari, di rumah kita terdapat benda-benda yang mengandung Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), namun senantiasa akrab kita gunakan.
Limbah B3 dalam hal ini dapat merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia. Tidak saja pada penggunaannya yang berlebihan, tetapi juga saat menjadi limbah atau sampah.
Karena tergolong berbahaya, maka benda-benda yang mengandung limbah berbahaya harus tertangani secara tepat alias tidak dibuang sembarangan.
Jadi, limbah B3 tidak saja dihasilkan dari industri, tetapi ada paling dekat di keseharian dan di rumah kita. Kenali benda atau barang-barang berikut agar kita dapat bersikap bijak memakainya!
-
Pestisida
Pestisida mungkin ada di rumah saat kita berencana menggunakannya pada tanaman atau menyingkirkan rerumputan liar. Untuk diketahui, pestisida mengandung limbah B3 karena komposisinya terdiri dari bahan kimia berbahaya seperti karbon, fosfor, hidrogen, nitrogen, klorin, sulfur, cuprum, ferum, arsenik, zinc dan merkuri. Bahan-bahan tersebut akan mencemari udara jika cairannya terbawa angin.
Penggunaan pestisida akan mengganggu kesehatan dan pada penggunaan yang berlebihan akan berakibat pada timbulnya penyakit leukemia pada manusia.
-
Batu baterai bekas
Tanpa disadari batu baterai bekas tersimpan lama dalam laci lemari. Mungkin dianggap tidaklah berbahaya, namun untuk diketahui, baterai bekas mengandung logam berat seperti merkuri, mangan, timbal, kadmium, nikel dan lithium yang membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia.
Batu baterai bekas yang termasuk dalam limbah B3 ialah yang berukuran AA, AAA, C&D, baterai jam tangan, baterai lithium yang digunakan dalam telepon genggam, kamera digital, laptop serta barang elektronik lainnya, dan baterai yang dicas.
Oleh sebab itu, limbah batu baterai disarankan tidak dibuang di pembuangan sampah umum karena akan mencemari tanah, air tanah, danau dan sungai.
-
Pembersih lantai
Tanpa pembersih lantai rasanya tak lengkaplah rasanya. Ketergantungan banyak orang dengan pembersih lantai seolah sudah dianggap hal wajar. Namun, penggunaan pembersih lantai semestinya lebih bijak dan tidak berlebihan. Hal itu, karena barang ini mengandung zat berbahaya.
Pembersih lantai atau sabun pel mengandung bahan kimia berbahaya seperti Cresylic Acid, Ethoxylated Alcohol, Benzalkonium Chloride, Natrium Lauril Eter Sulfat, dan Sodium Laureth Sulfate (SLS). SLS dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit sensitif. SLS dapat dikenali dari baunya yang menyengat.
-
Hairspray
Hairspray kerap dipakai untuk menjaga rambut agar tertata rapi. Untuk diketahui, hairspray memiliki beberapa kandungan kimia berbahaya diantaranya polyvinylpyrrolidone yang berfungsi untuk mengeraskan rambut, polymer calledpolydimethylsiloxane yang berfungsi membuat rambut terangkat lebih lama, dan pytocalcious yang berfungsi meningkatkan jumlah mineral dalam akar rambut yang membuat rambut menjadi kaku.
Hairspray juga mengandung Chloro Fluoro Carbon (CFC) yang digunakan untuk membuat aerosol. Jika zat ini terlepas ke udara, akan berkontribusi terhadap pemanasan global dengan terbentuknya emisi CO2.
-
Deterjen pakaian
Deterjen, barang yang paling akrab di keseharian rumah kita. Kebutuhan akan deterjen termasuk sangat mendesak karena fungsinya sebagai bagian penting dalam aktivitas cuci pakaian.
Untuk diketahui, deterjen pakaian mengandung zat kimia yang berbahaya seperti surfaktan, builder, filler dan aditif. Deterjen dapat mencemari lingkungan melalui busa yang dibuang melewati saluran air. Busa yang tidak mudah hilang ini dapat menurunkan proses pelarutan oksigen ke dalam air. Kondisi ini dapat membuat organisme di dalam air kekurangan oksigen dan dapat menimbulkan kematian.
-
Sampah elektronik
Berhati-hatilah pada limbah elektronik karena tergolong berbahaya. Sampah elektronik mengandung timbal yang sangat berbahaya bagi perkembangan otak manusia.
Itulah sebabnya, sampah elektronik dan sejenisnya harus dipilah khusus karena dapat menimbulkan pencemaran timbal. Bila membuang sembarangan, sampah elektronik akan menghasilkan lindi, yakni cairan yang berasal dari dekomposisi sampah dan infiltrasi air eksternal dari hujan. Cairan yang sangat konduktif ini masuk ke dalam tanah dan juga menyebabkan pencemaran air tanah.
Itulah benda-benda mengandung limbah B3 yang Paling Akrab di rumah kita yang harus diperhatikan atau diminimalisir penggunaannya.








