9 Herbal dan Rempah yang Efektif Mengatasi Peradangan
Klikhijau.com – Sejatinya, peradangan adalah cara atau reaksi alami tubuh demi melawan infeksi dan penyembuhan. Atau suatu bentuk normal dari upaya tubuh terhadap suatu cedera. Namun, dalam beberap...
Klikhijau.com – Sejatinya, peradangan adalah cara atau reaksi alami tubuh demi melawan infeksi dan penyembuhan. Atau suatu bentuk normal dari upaya tubuh terhadap suatu cedera.
Namun, dalam beberapa kondisi, peradangan bisa lepas kendali dan bertahan lebih lama. Ini disebut peradangan kronis, dan penelitian telah mengaitkannya dengan banyak penyakit, termasuk diabetes dan kanker.
Diet memainkan peran penting dalam kesehatan Anda. Apa yang Anda makan, termasuk berbagai bumbu dan rempah-rempah, dapat memengaruhi peradangan di tubuh Anda.
Artikel ini mengulas mengenai 9 tumbuhan obat dan rempah-rempah yang dapat membantu melawan peradangan.
Perlu dicatat bahwa banyak penelitian yang membahas tentang molekul yang disebut penanda inflamasi. Ini menunjukkan adanya peradangan. Jadi, ramuan yang mengurangi penanda inflamasi dalam darah kemungkinan besar akan mengurangi peradangan.
[irp]
Herbal anti peradangan
Jahe ( Zingiber officinale ) merupakan bumbu masak yang lezat dengan rasa pedas namun manis. Bumbu ini bisa Anda nikmati dengan berbagai cara, seperti segar, kering, atau bubuk. Jahe memiliki beberapa senyawa aktif dan mampu mengurangi penanda inflamasi di tubuh. Sejak ribuan tahun lalu, jahe telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk menyembuhkan berbagai kondisi seperti pilek, migrain, mual, radang sendi, dan tekanan darah tinggi. Jahe mengandung lebih dari 100 senyawa aktif, seperti gingerol, shogaol, zingiberene, dan zingerone. Ini mungkin bertanggung jawab atas efek kesehatannya, termasuk membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Sejumlah penelitian menemukan jahe dapat mengurangi penanda inflamasi seperti TNF-α dan interleukin 1 beta (IL-1β), serta mengurangi nyeri sendi dan meningkatkan mobilitas sendi. [irp] Bawang putih ( Allium sativum ) adalah bumbu populer dengan aroma dan rasa yang kuat. Sejk lama, bawang putih juga telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi radang sendi, batuk, sembelit, infeksi, sakit gigi, dan banyak lagi. Bawang putih kaya akan senyawa sulfur yang tampaknya mengurangi penanda inflamasi dan meningkatkan kadar antioksidan yang bermanfaat. Bawang putih mengandung senyawa belerang, seperti allicin, diallyl disulfide, dan S-allylcysteine, yang tampaknya memiliki sifat anti-inflamasi. Analisis terhadap 17 penelitian berkualitas tinggi termasuk lebih dari 830 peserta dan berlangsung selama 4–48 minggu menemukan bahwa orang yang mengonsumsi suplemen bawang putih mengalami penurunan kadar penanda inflamasi CRP dalam darah secara signifikan. Kunyit ( Curcuma longa ) adalah bumbu masakan India yang populer digunakan orang sejak zaman kuno. Kurkumin merupakan senyawa aktif kunyit yang paling terkenal, tampaknya mengurangi peradangan dan meredakan penderita osteoartritis. [irp] Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa kurkumin dapat memblokir aktivasi NF-κB, molekul yang mengaktifkan gen yang meningkatkan peradangan. Studi pada orang dengan osteoartritis telah menemukan bahwa mengonsumsi suplemen kurkumin memberikan pereda nyeri yang mirip dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) umum ibuprofen dan diklofenak. Sayangnya, kunyit hanya mengandung 3% kurkumin dari beratnya, dan tubuh Anda tidak dapat menyerapnya dengan baik. Jika Anda ingin mengonsumsi kurkumin karena sifat anti-inflamasi, yang terbaik adalah membeli suplemen kurkumin, idealnya yang juga mengandung ekstrak lada hitam atau piperin. Anda dapat membelinya dari toko makanan kesehatan dan online. Kapulaga ( Elettaria cardamomum ) adalah rempah-rempah asli Asia Tenggara. Ini memiliki rasa manis dan pedas yang kompleks. Kapulaga tampaknya meningkatkan status antioksidan dan menurunkan penanda peradangan di tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen kapulaga dapat mengurangi penanda inflamasi seperti CRP, IL-6, TNF-α, dan MDA. Selain itu, satu penelitian menemukan bahwa kapulaga meningkatkan status antioksidan hingga 90%. [irp] Sebuah studi 8 minggu pada 80 orang dengan pradiabetes menemukan bahwa mengonsumsi 3 gram kapulaga setiap hari secara signifikan mengurangi penanda inflamasi, seperti hs-CRP, IL-6, dan MDA, dibandingkan dengan plasebo. Rasa kapulaga yang kaya dan kompleks membuatnya menjadi tambahan yang sangat baik untuk kari dan semur. Bumbu juga tersedia sebagai suplemen dalam bentuk bubuk atau kapsul.-
Lada hitam
2
(PGE2).
Pada tikus dengan asma dan alergi musiman, piperine membantu mengurangi kemerahan, frekuensi bersin, berbagai penanda inflamasi seperti IL-6 dan IL-1β, serta antibodi imunoglobulin E (IgE).
[irp]
Namun, penelitian manusia terbatas telah dilakukan pada sifat anti-inflamasi lada hitam. Ilmuwan perlu melakukan lebih banyak penelitian untuk mengeksplorasi efeknya.
-
Ginseng
-
Kayu manis