9 Hal Istimewa di Pulau Jinato yang Membuatmu Kangen Datang Lagi

Klikhijau.com – Berkunjung ke Pulau Jinato dalam rangkaian Festival Taka Bonerate 2023 sungguh suatu pengalaman  istimewa. Pulau kecil yang dihuni penduduk sekira 1000 jiwa ini masih terbilang alami....

9 Hal Istimewa di Pulau Jinato yang Membuatmu Kangen Datang Lagi
Bacakan Artikel

Salah satu penyebabnya adalah banyaknya pohon sukun yang tumbuh di sana. Seperti diketahui pohon sukun tidak saja sangat baik sebagai pangan lokal, tetapi juga memiliki fungsi ekologis yakni memperbaiki sumber mata air tanah.


  • Jambu air melimpah dan manis


Hampir semua halaman rumah di Pulau Jinato ditumbuhi Pohon jambu air. Warga lokal menyebutnya jampu jeknek. Sebenarnya, pohon buah satu ini terbilang mudah dijumpai dimana pun. Namun, jambu air di Pulau Jinato memiliki kelebihan. Ukurannya besar-besar dan rasanya sangat manis. Bila buahnya cukup matang, buah jambu akan terasa seperti buah apel.

Ketika musimnya, jambu air di Desa Jinato benar-benar melimpah dan menjadi sumber pemasukan tambahan bagi warganya. “Warga dari pulau lain akan datang kemari untuk membeli buah jambu,” kata Hj Tini seorang warga Jinato yang pohon jambunya lebat berbuah.


  • Ikan segar melimpah


Lebih separuh dari warga desa Jinato berprofesi sebagai sebagai nelayan. Yah, laut di sekitar pulau ini memang dikenal memiliki terumbu karang yang masih terjaga. Itulah sebabnya, ikan-ikan melimpah. Pulau Jinato adalah surga bagi nelayan.

Bila berkunjung ke pulau Jinato, bersiaplah menikmati ikan-ikan segar. Jangan lupa menikmati ikan bakar dan segarnya air kelapa muda di tepi pantai sembari menyaksikan senja tenggelam yang molek. Satu pengalaman menakjubkan, tiada duanya.


  • Ikan teri terbaik


Di sepanjang pesisir pantai kita akan menjumpai warga yang menjemur ikan teri. Suhu panas namun bersih membuat pengeringan ikan di pulau ini cukup baik, terutama di musim kemarau.

Tak seperti di Pulau-pulau kecil pada umumnya, warga di Jinato tidak suka memelihara anjing. Alasan utamanya karena mayoritas warga pulau adalah muslim. Mereka memastikan bahwa ikan-ikan kering yang dijemur memiliki kualitas terbaik dan tidak pernah tersentuh anjing.


  • Warganya super ramah


Ini satu modal penting yang membuat Desa Jinato potensial dijadikan desa wisata. Warganya sangat ramah pada tamu asing yang datang. Rumah-rumah di desa tidak memiliki pagar-pagar yang kokoh. Hal ini membuat komunikasi warga sangatlah cair. Mereka sudah seperti satu keluarga. Nilai kegotong-royongan masih sangat terjaga.

Keramahan warga inilah yang membuat pengunjung festival Taka Bonerate seolah berada di rumah sendiri. Wisata bahari di Pulau Jinato mengusung jargon wisata berbasis warga. Bila ke Pulau Jinato, kamu akan menginap di rumah-rumah warga. Menikmati makanan rumahan dan pelayanan super ramah.


  • Desanya bersih dan tertata


Meski hanya memiliki Lorong-lorong kecil, Desa Jinato tampak sangat bersih dan tertata baik. Warganya sudah memiliki kesadaran akan kebersihan. Sayangnya, penanganan sampah di pulau ini belum dikelola baik. Demi menghindari membuang sampah ke laut, sebagian besar warga menimbun sampahnya di tempat khusus.

Kebiasaan membersihkan rumah sudah menjadi satu budaya warga desa. Rumah-rumah di desa Jinato juga tertata baik. Umumnya rumah panggung yang dikelilingi pohon-pohon sukun dan jambu air.

Oya satu lagi, di Pulau ini kamu tidak akan menjumpai kendaraan roda empat. Jadi, amanlah dari kemacetan. Kamu bisa berkeliling pulau dengan jalan kaki, naik motor atau motor roda tiga viar.


Kemolekan Pulau Mungil ini bisa kamu nikmati dengan berkunjung ke Pantai Lidah. Ini adalah ikon utama yang mengundang decak kagum. Pantainya putih bersih. Bentuknya menjulur seperti lidah. Panjang pantainya saat air surut sekira 2.1 kilometer, lebih panjang dari Pulau Jinato yang hanya sekira 1.9 kilometer.

Saat senja hampir tenggelam, kemolekan matahari tenggelam di pantai lidah sangat eksotik. Kamu bisa menghabiskan sore yang teduh di sini sembari berswafoto dengan latar senja tenggelam. Super eksotis.


  • Habitat penyu


Pulau Jinato juga merupakan habitat penyu. Uniknya, penyu-penyu di Pulau ini sudah sangat akrab dengan kehidupan nelayan dan riuh kapal komersil di dermaga. Menurut informasi dari Taman Nasional Taka Bonerate, penyu-penyu di pesisir Jinato sudah beradaptasi dengan kehidupan pesisir. Penyu-penyu tidak risih dengan kapal-kapal yang mendekat bahkan aktivitas warga.

Penyu-penyu seolah sudah bersahabat, sebagaimana warganya semakin menyadari bahwa ekosistem penyu perlu dijaga dan dilestarikan.

Itulah 9 hal istimewa dan unik di pulau Jinato yang akan membuatmu betah bahkan kangen datang kembali. Semoga bermanfaat!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2