8 Tips dari Pakar UGM Agar Aman Saat Bersepeda di Tengah Covid-19

Klikhijau.com – Aktivitas bersepeda sekarang ini sedang mengalami peningkatan. Di Jalan-jalan Makassar dan sekitarnya, mudah ditemukan orang yang bersepeda—biasanya mereka berkelompok. Aktivitas be...

8 Tips dari Pakar UGM Agar Aman Saat Bersepeda di Tengah Covid-19
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

"Pakai pelindung. Itu sebenarnya wajib. Nah apa saja itu yang dipakai, tentunya di antaranya memakai helm dan pakaian tertutup," terangnya.



  • Intensitasnya jangan terlalu berat



Naik sepeda menggunakan masker diakui Rustamadji  akan berat.  Maka disarankan bersepeda hanya untuk bersenang-senang saja.

"Meskipun berolahraga itu berat menggunakan masker, maka olahraganya jangan  berat. Bersepeda untuk happy," sarannya.

Cara mengetahui apakah bersepeda sudah masuk tahap berat atau tidak adalah  ketika mengayuh sepeda dan kita masih bisa berbicara dengan baik. Itu artinya intensitas bersepeda masih santai.

"Saat berbicara itu masih jelas, keseimbangan antara kebutuhan oksigen dan latihan tercapai," tambahnya.



  •   Menjaga jarak antar pesepeda



Menjaga jarak adalah kata yang sangat akrab di telinga kita saat ini. Menjaga jarak juga berlaku bagi pesepeda. Sebab tak pernah diketahui siapa yang membawa virus, bisa diri sendiri atau orang lain.

"Jarak itu bukan hanya dengan rombongan tapi juga jaga jarak kalau berpapasan. Ini yang kurang diperhatikan. Ini yang kita takutkan kalau ada orang lain yang mungkin sedang sakit waktu berpapasan dalam jarak yang pendek justru malah berbahaya," ucapnya.



  • Barisan cukup satu saja



Sebaiknya antara pesepeda harus berjarak antara satu hingga dua meter dan tidak membuat dua baris.

“Artinya jangan jejeran karena itu akan berbahaya,"  sarannya.

Jangan lupa bawa handsanitizer!

Handsanitizer adalah barang yang tak boleh ditinggalkan sekarang ini "bahkan saat bersepeda

Handsanitizer dan sarung tangan itu jangan sampai lupa dibawa," pesannya.



  • Bawa air minum sendiri



Membawa air minum adalah saran Rustamadji selanjutnya. Ia juga mengimbau   agar pesepeda tidak berhenti di warung karena berisiko terkena Corona.

"Jangan mampir warung, karena itu berisiko untuk menularkan. Kan kita tidak tahu di warung itu ketemu siapa-siapa saja. Ada bakteri atau virusnya tidak. Mampir warung ini yang bahaya," ungkapnya.

Sebaiknya gunakan tumbler untuk air minum, selain sehat juga bisa lebih ramah lingkungan



  • Tempuh jalur yang sepi



Rustamadji menyarankan jika bersepeda sebaiknya memilih jalan yang sepi sehingga meminimalisir pertemuan dengan banyak orang.

"Jalan yang sepi ini meminimalisir kemungkinan bertemu dengan banyak orang sehingga mengurangi risiko penularan virus Corona," tutupnya.

Itulah saran dari bersepeda yang aman saat pandemi, semga bermanfaat dan selamat bersepeda.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2