7 Manfaat Keanekaragaman Hayati Secara tidak Langsung untuk Kehidupan

Klikhijau.com – Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia. Beberapa ilmuan bahkan menyebut Indonesia memiliki keunikan tersendiri dibandingkan negara lainnya....

7 Manfaat Keanekaragaman Hayati Secara tidak Langsung untuk Kehidupan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia. Beberapa ilmuan bahkan menyebut Indonesia memiliki keunikan tersendiri dibandingkan negara lainnya.

Keanekaragaman hayati merupakan keanekaragaman ekosistem dan habitat disertai banyaknya spesies hewan dan tumbuhan yang menghuni ekosistem tersebut.

Setiap spesies yang ada tersebut memiliki peran satu sama lain dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Makin tinggi tingkat keanekaragaman hayati, makin stabil suatu ekosistem. Demikian pula sebaliknya, bila ada satu atau beberapa spesies yang terganggu maka ekosistem akan terganggu pula.

Itulah mengapa keanekaragaman hayati atau biodiversitas perlu dijaga baik dalam lingkup ekosistem, spesies maupun genetiknya.

Secara langsung, keanekaragaman hayati memiliki sejumlah manfaat langsung yang bisa dirasakan oleh manusia. Antara lain sebagai sumber pangan, papan dan sandang maupun untuk obat-obatan.

Selain manfaat langsung, keanekaragaman hayati juga memiliki manfaat tidak langsung. Berikut ini setidaknya ada 7 manfaat tidak langsung dari biodiversitas yang dirasakan manusia dalam kehidupan:


  • Penyerbukan dan pemencar biji


Seperti diketahui beberapa jenis satwa terutama burung memiliki peran istimewa sebagai pemencar biji. Burung-burung akan memencarkan biji tanaman pada tempat tertentu sehingga akan tumbuh tanaman tersebut di tempat lainnya.

Sementara itu, penyerbukan hewan diperlukan untuk keberhasilan reproduksi sebagian besar tanaman berbunga.

Menurut Profesor Jatna Supriatna, Guru Besar Departemen Biologi Univiersitas Indonesia, ada sekitar 100.000 spesies hewan yang berbeda termasuk kelelawar, lebah, kumbang, burung, kupu-kupu dan lalat yang diketahui menyediakan layanan penyerbukan gratis.


  • Kontrol biologis bagi hama pertanian


Antara fauna yang satu dengan yang lain memiliki hubungan dalam menjaga keseimbangan pada ekosistem. Sebagai contoh keberadaan tikus dan ular. Tikus menjadi hama bagi pertanian, sehingga keberadaan ular sebagai pemangsa dapat menjadi penyeimbang dari populasi tikus pada lahan pertanian.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2