Kebun Raya, Wahana Eduwisata Berwawasan Keanekaragaman Hayati

Publish by -63 kali dilihat
Penulis: Idris Makkatutu
Peran Kebun Raya untuk Konservasi Keanekaragaman Hayati
Kebun Raya Bogor/foto-Ist

Kebun raya mempunyai fungsi penting sebagai bank aneka jenis spesies tanaman

Klikhijau.com –  Kebun raya telah berfungsi sebagai wahana eduwisata. Selain itu, juga menjadi salah satu platform riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Wahana eduwisata  merupakan tempat  yang juga dikenal nama anjangkarya. Aktivitas di dalamnya adalah kegiatan perjalanan rekreasi atau liburan yang dikemas bersama dengan berbagai aktivitas pendidikan.

Eduwisata digelar dengan tujuan meningkatkan kecerdasan dan kreativitas peserta kegiatan. Destinasi tujuan eduwisata biasanya adalah museum, perkebunan, pusat penelitian, dan kebun binatang, dan kebun raya.

Untuk wahana eduwisata berbasis kebun raya di Indonesia cukup memadai. Itu karena Indonesia memiliki beberapa kebun raya, di antaranya Kebun Raya Bogor,  Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi   dan Kebun Raya Bedugul.

KLIK INI:  Potongan Surga di Pulau Tegal Mas Lampung

Namun, kebun raya yang akan dibuka baru dua, yakni Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas. Keduanya dibuka setelah melalui persiapan matang dengan penyiapan sarana dan prasarana sesuai protokol pencegahan penularan Covid-19.

Protokol tersebut ditetapkan oleh otoritas kesehatan, yang berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah setempat. LIPI akan membuka kembali kebun raya yang dikelola untuk kunjungan umum dengan protokol kunjungan yang baru

“Kami harapkan pengunjung dapat menyesuaikan dengan protokol ini. Untuk bersama-sama menciptakan lingkungan Kebun Raya yang aman, nyaman, juga ramah lingkungan di semua aspek,” terang Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko.

Tiket online

Calon pengunjung yang akan memasuki kebun raya harus memastikan dirinya benar-benar harus memastikan dirinya sehat sebelum berkunjung.

KLIK INI:  Saat Cuaca Mendukung, Pesona Gunung Bulusaraung Memang Menggoda Jiwa

Selain itu, pengunjung juga akan diwajibkan menggunakan masker dan menjaga jarak aman agar mata rantai penyebaran korona bisa terputus.

“Kami telah menyediakan fasilitas cuci tangan dengan touchless sanitizer di beberapa titik area. Namun, kami sarankan pengunjung untuk selalu membawa hand sanitizer sendiri,” ujar R Hendrian, Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI.

Agar pengunjung tidak berkerumun saat membeli tiket  masuk kebun raya. Pengunjung akan dilayani secara online di www.kebunraya.id yang akan langsung terintegrasi dengan ponsel pintar.

“Selama masa transisi ini kunjungan bersifat terbatas hanya untuk dan pembelian tiket secara online dan pemilik kartu member Kebun Raya,” terang Hendrian.

Dewasa ini, kebun raya merupakan taman alam yang dipelihara untuk maksud-maksud ilmiah, pendidikan dan rekreasi (wisata). Lazimnya pula, sebuah kebun raya berdiri berdampingan dengan sebuah balai penelitian mengenai flora (Mongabay, 18 Mei 2020).

KLIK INI:  Kenalkan Xylarium Bogoriense, Perpustakaan yang Hanya Berisi Kayu!
Museum keanekaragaman hayati

Kebun Raya di Indonesia dihuni oleh aneka tanaman, baik yang khas asli Indonesia maupun yang dari luar Indonesia.

Kebun raya mempunyai fungsi penting sebagai bank (plasma nutfah) aneka jenis spesies tanaman, mulai dari tanaman yang umum, tanaman langka hingga tanaman yang nyaris punah.

Selain itu,  kebun raya juga memiliki fungsi penting lainnya, menjadi zona penyeimbang temperatur dan pembersih udara bagi wilayah di sekitarnya. Dengan koleksi aneka tumbuhan yang ada di dalamnya. Kebun raya yang ada di suatu daerah berfungsi pula sebagai paru-paru untuk daerah itu.

Maka berwisata ke kebun raya adalah pilihan yang tepat jika ingin menambah wawasan tentang keanekaragaman hayati, juga bisa menikmati udara yang lebih segar dan sehat.

Kebun raya serupa museum keanekaragaman hayati. Untuk Kebun raya bogor saja tercatat dalam situs Pusat Konservasi Kebun Raya LIPI, memiliki kekayaan flora, dengan perincian 213 famili, 1202 genus, 3156 spesies, dan 12.141 spesimen tumbuhan.

KLIK INI:  Menteri LHK ke Norwegia untuk Menyuarakan Isu Lingkungan dan Perubahan Iklim

Sementara itu, Kebun Raya Cibodas, untuk tumbuhan yang berpotensi  sebagai obat anti malaria saja  memiliki 107 jenis tumbuhan koleksi dengan 50 suku tumbuhan.  Jenis suku dari tumbuhan koleksi Kebun Raya Cibodas yang memiliki potensi tinggi untuk menjadi obat antimalaria masa depan, antara lain Asteraceae, Malvaceae, Lauraceae, Moraceae, Apocynaceae, Rutaceae, Myrtaceae, Fabaceae, Euphorbiaceae, dan Bignoniaceae (Intani Quarta Lailaty dkk, 2016). Itu baru tumbuhan yang berpotensi sebagai obat malaria, bukan tumbuhan secara keseluruhan

Indonesia adalah salah satu negara dengan kekayaan keanekaragaman hayati terbesar dunia. Sekurangnya 5.131.100 keanekaragaman hayati. Sekitar 15,3% keanekaragaman hayati dunia ada di Indonesia

Sebagian dari keanekaragaman hayati itu ada di kebun raya. Terkait dengan kelestarian keanekaragaman hayati, kebun raya juga dapat menjadi habitat sejumlah fauna yang membentuk sebuah ekosistem yang saling bergantung, dan saling mendukung.

Jadi, jangan takut mengunjungi kebun raya sebagai wahana edukasi keanekaragaman hayati di masa pandemi ini. Sebab menurut Hendrian akan ada penyemprotan disinfektan ke fasilitas publik seperti toilet, kursi taman, dan mobil wisata juga dilakukan dengan frekuensi sesering mungkin.

“Untuk mobil wisata, akan dilakukan pemberlakuan pembatasan kapasitas tempat duduk, juga pembersihan dengan disinfektan setiap selesai satu putaran,” terang Hendrian.

KLIK INI:  Pulau Racun, Destinasi Bahari Terbaik di Ujung Minahasa Tenggara

Editor: Idris Makkatutu

KLIK Pilihan!