3 Metode yang Dapat Menyelamatkan Dunia dari Teror Sampah Makanan

Klikhijau.com –   Sampah makanan terlihat remeh, namun sangat meresahkan. Apalagi jika tidak terkelola dengan baik. Keberadaan sampah makanan, khususnya makanan sisa—makanan yang tidak dihabiskan. Mem...

3 Metode yang Dapat Menyelamatkan Dunia dari Teror Sampah Makanan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com –   Sampah makanan terlihat remeh, namun sangat meresahkan. Apalagi jika tidak terkelola dengan baik. Keberadaan sampah makanan, khususnya makanan sisa—makanan yang tidak dihabiskan. Membuktikan pula perilaku boros dan mubasir.

Ada satu metode yang menurut penelitian baru dapat mengatasi sampah makanan, yakni melalui pengomposan, pencernaan anaerobik dan “pemberian kembali”.

Langkah tersebut menurut penelitian yang diterbitkan diterbitkan dalam jurnal Nature Food dapat menyebabkan pengurangan dramatis dalam emisi gas rumah kaca (GRK) dibandingkan dengan membuangnya di tempat pembuangan sampah.

Dilansir dari Ecowatch, para peneliti menganalisis data dari 91 studi lapangan yang dilakukan di 29 negara untuk memberikan “tolok ukur bagi negara-negara yang mengembangkan strategi pengelolaan limbah makanan untuk sistem agrifood sirkular.

Zhengxia Dou , seorang profesor sistem pertanian di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Pennsylvania (Penn) yang juga menjadi salah satu penulis studi tersebut mengatakan bahwa semua orang terlibat dalam sistem agrifood global, karena semua orang mengonsumsi makanan.

Menurutnya, hampir sepertiga makanan yang diproduksi untuk manusia hilang atau terbuang dan tidak pernah dimakan. Hal ini berdampak pada ketahanan pangan sekaligus pemborosan sumber daya lahan, air, dan energi.

“Semua orang adalah pemangku kepentingan,” ujarnya.

Para penulis studi juha mengungkapkan satu fakta bahwa setelah selesai makan, orang cenderung membuang apa yang tersisa: tidak terlihat, tidak terpikir. Namun dari perspektif sumber daya dan lingkungan, apa yang terjadi setelahnya sebenarnya sangat penting.

"Kita adalah bagian dari persamaan ini. Jadi, untuk menyelesaikan masalah ini, kita perlu menyadari masalah kehilangan dan pemborosan makanan dan mencoba mengurangi jejak karbon kita sendiri dengan mengurangi kehilangan dan pemborosan makanan kita sendiri,"  tambah Dou.

 Tiga metode

Untuk menentukan efek daur ulang sampah makanan terhadap emisi GRK berdasarkan siklus hidup, para peneliti berfokus pada tiga metode, yakni: pengomposan; pencernaan anaerobik — suatu proses di mana bahan organik dipecah untuk menghasilkan campuran karbon dioksida dan metana yang dikenal sebagai biogas, yang kemudian dapat digunakan sebagai sumber energi terbarukan; dan pemberian pakan ulang, yang menggunakan sampah makanan yang sesuai sebagai pakan ternak .

Hasilnya memberikan bukti kuat bahwa daur ulang sampah makanan menggunakan metode tersebut dapat mengurangi emisi GRK dibandingkan dengan pembuangan ke tempat pembuangan akhir.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2