3 Inovasi Pelayanan Publik KLHK Diganjar Penghargaan Kementerian PAN-RB

oleh -112 kali dilihat
3 Inovasi Pelayanan Publik KLHK Diganjar Penghargaan Kementerian PAN-RB
Suasana pemberian penghargaan kepada KLHK/foto-dok KLHK
Irhyl R Makkatutu

[hijau]Inovasi yang berpihak pada publik terus membiak[/hijau]

Klikhijau.com – Tiga inovasi pelayanan publik KLHK meraih penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019. Penghargaan tersebut dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Penyerahan penghargaan itu dilakukan pada acara Awarding Top 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2019. Diselenggarakan di Hotel Gumaya Tower, Semarang, Jawa Tengah, Kamis malam, 18 Juli 2019. Ketiga inovasi yang mendapat penghargaan: itu adalah SVLK, SIPONGI dan PROPER,

Pertama SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) meraih penghargaan sebagai inovasi yang ikut dilombakan ditingkat internasional yaitu pada kompetisi United Nation Public Service Award 2019.

KLIK INI:  KLHK Luncurkan Buku Status Hutan dan Kehutanan Indonesia 2018 Edisi Bahasa Indonesia

Kedua, PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan) dan ketiga adalah SIPONGI (Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Berbasis Web).

“KLHK di tahun 2019 memperoleh dua penghargaan KIPP Top 99, yaitu PROPER dan SIPONGI. Tahun ini juga kita mendapatkan penghargaan atas inovasi di 2018, yaitu SVLK yang dilombakan ditingkat internasional bersama 21 inovasi lainnya yang masuk Top 99 ditahun 2018 yang lalu,” ujar Bambang memberikan keterangan seusai acara.

Bambang menambahkan jika prestasi ini menunjukkan bahwa KLHK terus melakukan inovasi dalam pelayanan publik. Terutama untuk memecahkan persoalan-persoalan di lapangan. Penghargaan ini juga menjadi sebuah sarana serta pemicu percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik di KLHK.

Selanjutnya untuk KLHK dalam KIPP sudah tiga kali berturut-turut selalu masuk dalam TOP 99. Pertama tahun 2017, 2018, 2019. Atas prestasi tersebut Bambang mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berterima kasih kepada Menteri LHK, Siti Nurbaya. Karena terus memberikan semangat kepada jajaran ASN KLHK agar semakin berorientasi melayani publik.

KLIK INI:  Data Real Time KLHK Ungkap Kualitas Udara di Kota Jakarta

“Ternyata hari ini kita semua bisa merasakan manfaatnya. Sukses untuk kita semua dan tentunya sukses untuk Ibu Menteri LHK,” pungkas Bambang.

Penyelenggaraan KIPP sendiri bertujuan untuk menjaring, mendokumentasikan, mendiseminasikan, dan mempromosikan inovasi. Hal itu sebagai upaya percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Pelayanan publik yang semakin baik

Kompetisi ini juga sebagai apresiasi dan penghargaan bagi inovasi-inovasi yang terjadi pada penyelenggara pelayanan publik. Tahun 2019, KIPP mengambil tema “Inovasi Pelayanan Publik untuk Percepatan Reformasi Birokrasi dan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan”.

Ada sembilan kategori yang masuk dalam KIPP. Kategori tersebut adalah pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja, pemberdayaan masyarakat, pelayanan publik responsif gender, perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup, serta tata kelola pemerintahan.

Sementara itu, ada enam kriteria inovasi dalam KIPP tahun 2019, yaitu inovasi harus bermanfaat terhadap masyarakat, memiliki nilai kebaruan, efektif, dapat ditransfer, dan berkelanjutan.

KLIK INI:  Dukung Gerakan Indonesia Bersih, DWP KLHK Adakan Lomba Daur Ulang Sampah

“KIPP diselenggarakan sejak tahun 2014, dan sejak saat itu hingga penyelenggaraannya ditahun ini trennya selalu meningkat. Puncaknya ditahun ini yaitu 330 Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah melahirkan 3.156 inovasi. Total dari tahun 2014 sampai sekarang sudah didaftarkan sebanyak 13.214 inovasi pelayanan publik dari seluruh Indonesia,” ujar Menteri Syafruddin.

Sejalan dengan hal tersebut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pun menyatakan bahwa saat ini pemerintah baik tingkat pusat dan daerah, mau tidak mau, suka tidak suka harus selalu berpikir dan berupaya mereformasi cara kerjanya demi mewujudkan pelayanan kepada publik yang semakin baik.

Hal ini menurutnya karena ekspektasi publik yang semakin tinggi atas kinerja pemerintah terutama dalam pelayanan publik. Pemerintah harus memenuhi ekspektasi itu agar masyarakat puas dan merasa terlayani dengan baik.

Tiga Inovasi KLHK yang masuk TOP 99 inovasi pelayanan publik tahun 2019 ini memiliki keunggulan dalam kategori perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup. Sehingga menjadi unggulan dalam KIPP.

SVLK dengan instrumen implementasinya berupa SILK (Sistem Informasi Legalitas Kayu), yang menjadi solusi untuk menjawab tantangan global perdagangan kayu legal.

Sistem Informasi yang dikembangkan oleh Ditjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) merupakan platform on-line untuk mempermudah para eksportir dalam penerbitan dokumen legalitas kayu (Dokumen V-Legal dan Lisensi FLEGT), sebagai salah satu kelengkapan dokumen persyaratan ekspor produk kayu dari Indonesia.

Sementara untuk PROPER kamu bisa membaca ini mengenainya Jadi Pionir Asia, Siapa Sangka Proper Lahir dari Pencemaran Lingkungan

Sedangkan untuk SIPONGI kamu bisa membaca ini  Sipongi, Inovasi Baru Cegah Karhutla

KLIK INI:  Melacak Kebakaran Hutan dan Penebangan Ilegal Melalui Satelit