Zat Aditif dari Ban Kendaraan Telah Ditemukan dalam Makanan?
Klikhijau.com – Januari lalu, Universitas Exeter dan Universitas Plymouth melaporkan jika ban mobil telah membawa dampak buruk bagi lingkungan dan satwa liar (baca INI). Temuan penelitian tersebut...
Klikhijau.com – Januari lalu, Universitas Exeter dan Universitas Plymouth melaporkan jika ban mobil telah membawa dampak buruk bagi lingkungan dan satwa liar (baca INI).
Temuan penelitian tersebut tentu saja mengkhawatirkan. Bagaimanapun, saat ini penggunaan ban semakin meningkat. Karena itu, dampaknya juga akan semakin besar.
Dampak buruk ban, tidak hanya merongrong satwa liar dan lingkungan sekitar. Lebih dari itu, sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Environmental Science menemukan fakta baru dari dampak ban kendaraan.
Para peneliti telah menemukan adanya zat aditif pada ban kendaraan. Zat tersebut ditemukan pada tanaman berdaun yang ditanam untuk konsumsi manusia.
Studi tersebut menambah penelitian yang berkembang mengenai bagaimana ban kendaraan berpotensi mencemari lingkungan.
Analisis yang diterbitkan pada tahun 2022 menemukan bahwa ban mobil dapat menghasilkan polusi 2.000 kali lebih banyak dibandingkan knalpot kendaraan. Ban juga dapat melepaskan mikroplastik. Para peneliti telah meneliti berbagai bahan untuk digunakan pada ban, termasuk karet yang terbuat dari tanaman dandelion.
Penulis studi tersebut mengungkapkan, meskipun residu dari zat lain, seperti obat-obatan dan produk perawatan pribadi, telah terdeteksi sebelumnya, namun belum ada penyelidikan mengenai bagaimana polusi dari ban mobil dapat mempengaruhi makanan.
Para peneliti menguji 28 sampel sayuran berdaun komersial yang mereka kumpulkan di empat negara. Mereka menganalisis sampel untuk 16 jenis bahan kimia yang berasal dari ban menggunakan spektrometri massa resolusi tinggi.
Ban biasanya mengandung sekitar 5% hingga 15% bahan kimia tambahan untuk peningkatan kinerja. Jadi, meski ban kendaraan sebagian dibuat dari bahan alamidan karet.
Tidak hanya itu, ban kendaraan juga menggunakan bahan campuran, termasuk karet sintetis yang terbuat dari bahan bakar fosil dan bahan kimia untuk meningkatkan daya tahan, kinerja, dan keamanannya.
Namun, seperti yang dicatat oleh para peneliti, bahan kimia ini dapat menimbulkan polusi yang larut ke dalam lingkungan dan berdampak pada makanan kita.