Kurang Tidur Berdampak Buruk Pada Perkembangan Otak Anak?
Klikhijau.com – Orang tua sudah pasti ingin melihat buah hatinya tumbuh sehat. Banyak orang tua relah melakukan apa saja agar buah hatinya tumbuh dengan sehat, baik fisik maupun mental. Untuk melih...
Klikhijau.com – Orang tua sudah pasti ingin melihat buah hatinya tumbuh sehat. Banyak orang tua relah melakukan apa saja agar buah hatinya tumbuh dengan sehat, baik fisik maupun mental.
Untuk melihat anak tumbuh sesuai harapan, tentu bukanlah perkara yang mudah. Semua kebutuhan yang mendukung tumbuh kembangnya si kecil perlu disiapkan.
Salah satu hal yang harus terpenuhi pada perkembangan anak adalah tidur yang cukup. Untuk bayi usia 0 hingga 3 bulan disarankan untuk tidur sebanyak 14-17 jam per hari. Sementara bayi usia 4-11 bulan disarankan untuk tidur sebanyak 12-15 jam per hari.
Sedangkan untuk batita usia 1-2 tahun disarankan untuk tidur sebanyak 11-14 jam per hari. Dan untuk balita 3-5 tahun disarankan untuk tidur sebanyak 10-13 jam per hari.
[irp]
American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan bahwa anak-anak berusia antara enam dan 12 tahun harus tidur sembilan hingga 12 jam per malam untuk kesehatan yang optimal.
Apa dampaknya jika anak kurang tidur? Menurut sebuah penelitian terbaru dari University of Maryland School of Medicine. Anak yang kurang tidur akan berdampak buruk pada perkembangan otaknya.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Child & Adolescent Health mengungkapkan bahwa kurang tidur di antara anak usia sekolah dasar. Dapat menyebabkan perbedaan yang signifikan di daerah otak yang bertanggung jawab atas ingatan, kecerdasan, dan kesejahteraan.
“Karena masa remaja awal adalah periode penting untuk perkembangan neurokognitif. Kami bertujuan untuk menyelidiki bagaimana kurang tidur memengaruhi kesehatan mental, kognisi, fungsi otak, dan struktur otak anak-anak selama 2 tahun,” tulis para peneliti seperti dilansir dari Earth.
[irp]