ZAPA Emas Berdikari Diluncurkan di Pangkep, Riset LPDP Ubah Limbah Pertanian Jadi Pewarna Batik 

Klikhijau.com - Riset ZAPA Emas Berdikari yang dipimpin oleh Dr. Zulfitriany D. Mustaka, SP., MP., resmi diperkenalkan kepada publik melalui rangkaian kegiatan liputan dan peluncuran yang berlangsung...

ZAPA Emas Berdikari Diluncurkan di Pangkep, Riset LPDP Ubah Limbah Pertanian Jadi Pewarna Batik 
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Riset ZAPA Emas Berdikari yang dipimpin oleh Dr. Zulfitriany D. Mustaka, SP., MP., resmi diperkenalkan kepada publik melalui rangkaian kegiatan liputan dan peluncuran yang berlangsung pada 10–11 Desember 2025 di Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene dan Kepulauan (Polipangkep) dan kawasan Geosite Rammang-Rammang.

Program ini merupakan bagian dari riset strategis yang didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan menyampaikan manfaat nyata Dana Abadi Pendidikan yang dikelola LPDP dalam mendukung riset aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan ekonomi kreatif dan UMKM berbasis kearifan lokal Sulawesi Selatan.

Ketua Tim Riset ZAPA Emas Berdikari, Dr. Zulfitriany D. Mustaka, menjelaskan bahwa ZAPA Emas merupakan zat pewarna alam yang dikemas dalam bentuk kering sehingga lebih praktis dan efisien digunakan oleh perajin batik. Produk ini dikembangkan dari limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“ZAPA Emas atau Zat Pewarna Alam Ekosistem Mandiri dan Sejahtera adalah solusi atas dua persoalan sekaligus, yakni pengelolaan limbah pertanian dan kebutuhan industri batik ramah lingkungan. Limbah biji alpukat, kulit rambutan, kulit manggis, sabut kelapa, dan kayu secang kini memiliki nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujar Zulfitriany saat wawancara riset berdampak, Selasa (10/12/2025).

Ia menambahkan, riset ini merupakan kolaborasi tiga politeknik di Sulawesi Selatan, yakni Polipangkep, Politeknik Negeri Ujung Pandang, dan Politeknik Bosowa, yang telah siap memasuki tahap produksi massal.

[irp]

“Produk ZAPA Emas telah melalui uji mutu tahan luntur warna sesuai standar SNI 0279:2013 dan digunakan pada kain sutera serta kain batik dengan motif kearifan lokal Sulawesi Selatan. Ini menjadi bukti bahwa riset vokasi mampu menghasilkan inovasi yang siap dihilirisasi,” katanya.

Rangkaian kegiatan liputan dimulai dengan pengambilan gambar proses produksi ZAPA Emas di Polipangkep hingga dokumentasi proses produksi kain di lokasi mitra. Pada hari kedua, dilakukan pembukaan dan launching ZAPA Emas Berdikari sebagai wujud penguatan program pentahelix yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha dan industri, komunitas masyarakat, akademisi, serta media.

Peluncuran ditandai dengan penyerahan berbagai dukungan sarana produksi kepada pengrajin, antara lain gawangan dari tim riset, kompor batik dari Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan, bahan jilbab untuk pewarnaan alam dari IWAPI, serta malam dan canting dari Yayasan Pendidikan Cahaya Lontaraa.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2