ZAPA Emas Berdikari Diluncurkan di Pangkep, Riset LPDP Ubah Limbah Pertanian Jadi Pewarna Batik 

Klikhijau.com - Riset ZAPA Emas Berdikari yang dipimpin oleh Dr. Zulfitriany D. Mustaka, SP., MP., resmi diperkenalkan kepada publik melalui rangkaian kegiatan liputan dan peluncuran yang berlangsung...

ZAPA Emas Berdikari Diluncurkan di Pangkep, Riset LPDP Ubah Limbah Pertanian Jadi Pewarna Batik 
Bacakan Artikel

“Kami ingin membangun ekosistem. ZAPA Emas Berdikari dirancang untuk mempertemukan kampus, pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan media agar manfaat riset terus berlanjut. Inilah makna kampus berdampak yang sesungguhnya,” ujarnya.

Kegiatan juga diisi dengan praktik langsung ekstraksi pewarna alam, membatik, colet, lorod, hingga pembuatan jilbab oleh komunitas batik masyarakat Geosite Rammang-Rammang bersama tim riset, IWAPI, IPEMI, mahasiswa, dan mitra pengrajin. Rangkaian acara ditutup dengan pengambilan gambar fashion ZAPA Emas Berdikari karya sejumlah desainer lokal Sulawesi Selatan.

Zulfitriany menegaskan bahwa meningkatnya permintaan pasar global terhadap produk batik ramah lingkungan membuka peluang besar bagi hilirisasi riset ini.
“Melalui ZAPA Emas, kami mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa dan membuka potensi lahirnya sentra industri baru di Sulawesi Selatan. Riset ini bukan berhenti di laboratorium, tetapi hadir dan bekerja bersama masyarakat,” tuturnya.

ZAPA Emas merupakan hasil kolaborasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Diseminasi Pemanfaatan Sains dan Teknologi dengan pendanaan LPDP Tahun 2024. Produk ini juga telah dipamerkan dalam ajang Knowledge Sharing and Technology Innovation (KSTI) 2025 di ITB sebagai bagian dari penguatan sinergi pentahelix menuju kemandirian nasional.

Melalui ZAPA Emas Berdikari, Polipangkep menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang berkontribusi nyata dalam penguatan ekonomi kreatif, pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan sumber daya lokal yang berkelanjutan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2