Yosepha Alomang: Lawan Freeport untuk Kesejahteraan Masyarakat Papua

Klikhijau.com โ€“ Tanah bagi orang Papua ibarat tubuh. Siapa yang berani merusak tanah berarti ia merusak tubuh. Tanah bagi rakyat Papua juga adalah seorang ibu dan air adalah sebagai susu ibu. Konek...

Yosepha Alomang: Lawan Freeport untuk Kesejahteraan Masyarakat Papua
Bacakan Artikel

Klikhijau.com โ€“ Tanah bagi orang Papua ibarat tubuh. Siapa yang berani merusak tanah berarti ia merusak tubuh.

Tanah bagi rakyat Papua juga adalah seorang ibu dan air adalah sebagai susu ibu. Koneksinya pada tanah adalah persoalan hidup dan mati.

Namun, alam Papua yang kaya diperkosa oleh penjajah. Penjajah itu bernama Freeport-McMoRan, penambang emas terbesar dunia.

Kehadiran Freeport di Papua merusak lingkungan atas praktik tambangnya yang lebih dari 30 tahun. Freeport merusak hutan-hujan, mempolusikan sungai, dan menelantarkan komunitas adat.

Freeport membuang setidaknya 200.000 ton limbang ke sungai setiap hari. Ini membuat tanah perkebunan yang kian sedikit, air bersih yang mulai habis, dan gunung yang kekayaan tambangnya dikeruk. Tanah Papua berontak.

Perempuan itu bernama Yosepha

Dari kondisi Papua yang dieksploitasi alamnya itu, datang sebuah perlawanan dari perempuan berani bernama Yosepha Alomang. Melihat kondisi Papua yang demikian, ia merasa kepalanya seperti ditebas, dadanya entah ingin ditaruh dimana lagi, dan susunya telah habis. Ia mengorganisasi komunitasnya untuk menolak perusahaan tambang Freeport McMoRan.

Yosepha Alomang dilahirkan di Tsinga, Mimika, Papua. Ia mandiri terlalu dini setelah menjadi yatim piatu. Yosepha sepeninggal orang tuanya dititipkan kepada saudara orang tuanya.

[irp]

Namun di sana Yosepha diperlakukan tidak bersahabat. Di umurnya yang masih muda, ia menikah. Dia memiliki lima anak, satu laki-laki dan empat perempuan tapi mereka meninggal semua.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: