Waspada, Peneliti Ungkap Mikroplastik Dapat Melepaskan Zat Berbahaya di Dalam Tubuh

Klikhijau.com - Pergerakan polusi plastik semakin liar. Kini ancaman tidak lagi hanya berada di sungai, laut, udara, atau tanah. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa bahan kimia berbahaya dar...

Waspada, Peneliti Ungkap Mikroplastik Dapat Melepaskan Zat Berbahaya di Dalam Tubuh
Bacakan Artikel

“Strategi penanganan mikroplastik perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, penguatan riset seperti penelitian biomarker paparan dan studi toksikologi, hingga kebijakan yang lebih kuat seperti penerapan Extended Producer Responsibility (EPR) dan penetapan baku mutu mikroplastik. Pengembangan teknologi filtrasi serta kolaborasi lintas sektor juga sangat penting agar upaya penanganan mikroplastik dapat berjalan efektif,” tambahnya.

Prigi Arisandi dari ECOTON menyampaikan bahwa hasil penelitian ini perlu diterjemahkan agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.

“Kami berupaya menerjemahkan bahasa kampus menjadi bahasa kampung, agar isu ini lebih dekat dengan masyarakat. Dengan cara ini masyarakat dapat memahami bahwa masalah plastik bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan, sehingga mendorong perubahan perilaku untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” ujarnya.

Sementara itu, Sofi Peneliti mikroplastik ECOTON, perwakilan generasi muda yang hadir dalam kegiatan tersebut, berharap upaya penelitian dan advokasi ini dapat mendorong masa depan yang lebih sehat.

“Generasi muda berharap adanya toxic-free future, masa depan yang lebih bebas dari bahan kimia berbahaya. Kami ingin hidup di lingkungan dengan makanan, air, dan udara yang lebih aman dari kontaminasi bahan kimia plastik,” ungkapnya.

Selain seminar ilmiah, kegiatan ini juga menghadirkan pameran hasil penelitian yang menampilkan berbagai informasi mengenai dampak plastik terhadap kesehatan manusia serta pentingnya upaya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

”Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog ilmiah lintas sektor yang melibatkan peneliti, akademisi, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat sipil, dan media untuk mendorong lahirnya kebijakan perlindungan kesehatan masyarakat dari paparan bahan kimia berbahaya dalam plastik,” ujat Laksamana Pertama TNI Purn. Dr. Herjunianto SpPD, MMRS selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2