Waspada, Peneliti Ungkap Mikroplastik Dapat Melepaskan Zat Berbahaya di Dalam Tubuh

Klikhijau.com - Pergerakan polusi plastik semakin liar. Kini ancaman tidak lagi hanya berada di sungai, laut, udara, atau tanah. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa bahan kimia berbahaya dar...

Waspada, Peneliti Ungkap Mikroplastik Dapat Melepaskan Zat Berbahaya di Dalam Tubuh
Bacakan Artikel

[irp]

โ€œSalah satu kelompok bahan kimia yang banyak ditemukan pada plastik adalah ftalat, yang digunakan sebagai zat pelentur atau plasticizer. Senyawa ini tidak terikat kuat secara kimia dengan polimer plastik sehingga dapat dengan mudah terlepas ke lingkungan sepanjang siklus hidup produk plastik, mulai dari proses penggunaan hingga setelah menjadi sampah. Plastik yang terpapar panas, sinar matahari, atau mengalami degradasi menjadi mikroplastik akan lebih mudah melepaskan bahan kimia tersebut,โ€ jelas Rafika Peneliti Mikroplastik ECOTON

Ketika mikroplastik masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman, partikel kecil ini juga dapat melepaskan kembali bahan kimia berbahaya di dalam saluran pencernaan. Mikroorganisme yang hidup di dalam usus bahkan dapat mempercepat proses pelepasan tersebut. Paparan bahan kimia ini berpotensi mengganggu keseimbangan mikrobiota usus yang berperan penting dalam sistem pencernaan, metabolisme, dan daya tahan tubuh.

[irp]

Perlu menyadari jalur mikroplastik

Sementara itu, Dr. Yudhiakuari Sincihu, dr., M.Kes., FISPH., FISCM, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, menekankan bahwa masyarakat perlu mulai menyadari jalur paparan mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari.

โ€œ Ketika partikel mikroplastik masuk ke dalam tubuh melalui makanan, air minum, atau udara, partikel ini dapat berinteraksi langsung dengan sel dan jaringan. Permukaan mikroplastik dapat memicu stres oksidatif dan peradangan kronis pada sel. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya reactive oxygen species (ROS) yang dapat merusak DNA, protein, dan membran sel. Paparan jangka panjang terhadap bahan kimia tersebut dapat mengganggu mekanisme perbaikan DNA, memicu perubahan ekspresi gen, serta meningkatkan proliferasi sel yang tidak terkontrol. Selain itu, peradangan kronis yang berlangsung lama juga dapat menciptakan lingkungan biologis yang mendukung perkembangan sel kanker,โ€ jelasnya.

[irp]

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: