Klikhijau.com – Vitamin D adalah mikronutrien penting bagi manusia. Mikronutrien atau zat gizi mikro adalah zat yang sangat diperlukan dalam pembentukan hormon, kegiatan enzim dan mengatur fungsi sis...
Klikhijau.com – Vitamin D adalah mikronutrien
penting bagi
manusia. Mikronutrien atau zat gizi mikro adalah zat yang sangat diperlukan dalam pembentukan hormon, kegiatan enzim dan mengatur fungsi sistem imun dan sistem
reproduksi manusia.
Karenanya, manusia sangat membutuhkannya. Sayangya
polusi udara telah mempengaruhi kadar vitamin D.
Hal itu diungkapkan sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal
Scientific. Padahal vitamin D memiliki tanggungjawab besar untuk pemeliharaan kesehatan tulang dan kekebalan
tubuh.
Tentu masih segar di ingatan kita, imbauan agar berjemur di bawah sinar matahari pagi untuk meningkatkan kekebalan tubuh guna melawan
virus corona.
[irp]
Sinar matahari pagi diyakini merupakan sumber vitamin D. Kekurangan vitamin ini bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
Namun ada masalah yang berkembang, sekitar satu miliar orang di seluruh dunia —termasuk 29 persen orang dewasa Amerika mulai kekurangan vitamin pemeliharaan kesehatan tulang tersebut.
Salah satu penyebabnya adalah
polusi udara yang dapat memiliki efek jangka panjang yang mendalam pada
kesehatan dan kesejahteraan manusia.
Arti penting sinar matahari bukan hanya untuk tanaman, tapi juga manusia. Sinar matahari telah jadi sumber vitamin D jutaan tahun lampau hingga saat ini.
Poluton tertentu pengaruhi penyerapan vitamin D
Di lansir dari
mindbodygreen bahwa selama paparan sinar matahari menyentuh manusia, maka bahan kimia di kulit yang disebut
7-dehydrocholesterol akan menyerap sinar ultraviolet B (UVB).
Senyawa ini kemudian dengan cepat diubah menjadi previtamin D3 dan akhirnya, melalui proses yang disebut
isomerisasi termal (yaitu, reaksi yang digerakkan oleh panas).
Previtamin D3 tersebut selanjutnya diubah menjadi vitamin D3 yang tersedia secara hayati. Vitamin D3 adalah bentuk vitamin yang disukai tubuh karena merupakan versi nutrisi yang paling bioaktif dan stabil.
[irp]
Lalu apa hubungan antara polusi udara dan sintesis vitamin D. Para peneliti telah mempelajari korelasi antara kadar vitamin D dan paparan
bahan kimia dan polutan untuk beberapa waktu.
Sebuah tinjauan tahun 2018 lalu yang diterbitkan di
Environment International telah menyelidiki bagaimana sintesis vitamin D, metabolisme, dan seluruh sistem endokrin vitamin D (VDES) dapat dipengaruhi oleh paparan bahan kimia lingkungan, polusi udara, dan merokok.
Ada bukti signifikan ditemukan yang menunjukkan bahwa paparan senyawa ini dapat mengganggu VDES. Dan secara langsung berkontribusi pada defisiensi vitamin D.
Sementara itu, studi terbaru yang diterbitkan dalam
Scientific Reports bukan yang pertama dari jenisnya.
Studi ini memberikan informasi tambahan tentang bagaimana polutan tertentu dapat mempengaruhi penyerapan vitamin D dalam geografi dan populasi tertentu.
Dalam studi tersebut, para peneliti meninjau empat tahun data cuaca di Kuwait. Mereka menyelidiki hubungan berbagai polutan dengan intensitas UVB di tanah.
[irp]
Oksida nitrat tinggi di sore hari
Para peneliti menemukan korelasi yang jelas antara peningkatan polutan udara dan penurunan intensitas UVB—khususnya ozon, sulfur dioksida, oksida nitrat, benzena, dan etil-benzena.
Kadar benzena dan oksida nitrat ditemukan lebih tinggi pada pagi dan sore hari. Tepatnya saat paparan sinar matahari tertinggi di wilayah tersebut karena suhu tengah hari yang tinggi.
Penurunan tingkat UVB (yaitu, lebih sedikit sinar matahari yang mengenai kulit) selama masa ini bisa menjadi faktor kunci yang menjelaskan mengapa kekurangan vitamin D begitu umum di Kuwait.
Di negara tersebut hanya 20 persen orang dewasa dan 4 persen remaja yang memiliki tingkat vitamin D yang cukup. Meskipun penggunaan makanan yang diperkaya (yang mengandung kandungan vitamin D yang sangat sederhana)
Sementara
penelitian untuk lebih memahami hubungan antara polusi udara dan kekurangan vitamin D sedang berlangsung.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa polusi udara mungkin memiliki efek mendalam. Khususnya pada tingkat dan kecukupan vitamin D di seluruh populasi di dunia.
Perlu diketahui bahwa sumber vitamin D selain sinar matahari bisa berasal dari makanan dan minuman, di antaranya minyak hati ikan kod, salmon, ikan herring dan sarden, tuna kalengan, kuning telur, hati sapi, dan jamur.
[irp]