Upaya Indonesia dalam Mitigasi Perubahan Iklim Menuju 'Net-zero Emission' 2050
Klikhijau.com - Indonesia terus berusaha upaya upaya upaya-upaya pemulihan mitigasi perubahan iklim. Hal ini merupakan wujud tanggung-jawab di tingkat nasional sekaligus di tingkat global. Terkait...
Klikhijau.com - Indonesia terus berusaha upaya upaya upaya-upaya pemulihan mitigasi perubahan iklim. Hal ini merupakan wujud tanggung-jawab di tingkat nasional sekaligus di tingkat global.
Terkait hal tersebut, Indonesia telah menyiapkan dokumen yang Diperbarui NDC yang meningkatkan adaptasi perubahan iklim. Yakni dengan memasukkan aksi-aksi yang lebih nyata, adaptasi di sektor kelautan, dan lebih terintegrasi dengan isu-isu penting lainnya, seperti keanekaragaman hayati dan desertifikasi.
Sejak tahun 2020, Indonesia juga telah menyusun dokumen Strategi Jangka Panjang Karbon Rendah dan Ketahanan Iklim 2050 (LTS-LCCR 2050), menuju emisi net-zero dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi bertumbuh, berketahanan iklim dan berkeadilan.
Dokumen LTS-LCCR 2050 merupakan arahan jangka panjang yang akan menjadi baru dalam implementasi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta komitmen NDC lima tahunan selanjutnya.
“Dokumen LTS LCCR 2050 disusun berdasarkan kondisi perekonomian dan turunnya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta pembelajaran atas rentannya kondisi global menghadapi pandemi Covid-19 dengan tetap optimis mengacu pada prospek pemulihan paska pandemi serta kebijakan nasional seluruh sektor saat ini sampai tahun 2050,” ujar Menteri LHK Siti Nurbaya, saat Webinar di Jakarta, Rabu (24/3/2021).
[irp]
Menteri Siti menjelaskan, sektor Pertanian, Kehutanan, dan penggunaan lahan lain (AFOLU) dan sektor energi akan sangat menentukan arah yang akan dituju pada tahun 2050.
Dengan skenario paling ambisius yaitu LCCP (Low Carbon Compatible with Paris Agreement), secara nasional Indonesia akan mencapai peaking pada tahun 2030 dengan sektor FOLU sudah mulai net sink.
“Seluruh sektor harus meningkatkan penurunan emisi GRK menuju tahun 2050. Selain itu, diharapkan pada tahun 2050 dapat mendukung ketahanan iklim melalui jalur sektoral dan kewilayahan. Kemudian, dengan skenario ambisius, Indonesia akan mencapai net-zero emission pada tahun 2070, ”kata Menteri Siti.
Hal ini juga dikemukakan Menteri Siti Kepada Presiden COP 26 hari sebelumnya melalui pertemuan virtual, dengan mengakhiri bahwa ambisi NDC 41% dengan usaha yang ada.
Namun secara realitas akan tercapai dengan dukungan kerjasama internasional dari negara-negara maju, sesuai Paris Agreement dan Paket Katowice. Dukungan internasional termasuk dalam investasi swasta melalui SWF.
[irp]