Unpak dan Belantara Foundation Ungkap Cara Lindungi Alam Lewat Bioekonomi

Klikhijau.com - Cara terbaik untuk menjaga kekayaan alam Indonesia ternyata bukan dengan menyembunyikannya rapat-rapat, melainkan dengan memanfaatkannya secara ekonomi. Melalui perhelatan Belantara Le...

Unpak dan Belantara Foundation Ungkap Cara Lindungi Alam Lewat Bioekonomi
Bacakan Artikel

Dolly, yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan Universitas Pakuan, menambahkan bahwa Belantara Foundation secara konsisten mendorong penguatan pemahaman dan implementasi praktik bioprospeksi yang berwawasan lingkungan.

Melalui berbagai program edukasi, penelitian, dan konservasi, Belantara Foundation mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, pemerintah, sektor swasta, hingga generasi muda untuk bersinergi dalam memanfaatkan keanekaragaman hayati secara bijak dan bertanggung jawab.

“Transformasi menuju bioekonomi berkelanjutan membutuhkan dukungan regulasi yang kuat, tata kelola yang baik, serta riset berbasis ilmu pengetahuan yang komprehensif. Belantara Foundation meyakini bahwa perpaduan antara riset, inovasi, dan kearifan lokal dapat melahirkan solusi bernilai ekonomi tinggi tanpa mengorbankan kelestarian alam. Sudah saatnya kekayaan biodiversitas Indonesia menjadi lokomotif bioekonomi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang,” tutup Dolly.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A.A. Teguh Sambodo, dalam keynote speech-nya menegaskan bahwa pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia harus dikelola secara bertanggung jawab melalui pendekatan yang terintegrasi dari konservasi hingga hilirisasi.

Menurutnya, transformasi dari sekadar bioresources (sumber daya hayati) menuju bioeconomy (ekonomi berbasis hayati) memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat lokal dan adat, serta media sebagai bagian dari pendekatan pentahelix.

“Pengembangan bioekonomi bukan hanya transformasi ekonomi, tetapi juga transformasi sosial yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama sekaligus penerima manfaat. Karena itu, pengembangan bioprospeksi harus dilakukan secara terintegrasi mulai dari penguatan eksplorasi dan basis data biodiversitas, riset dan validasi senyawa bioaktif, konservasi berbasis daya dukung lingkungan, penerapan mekanisme akses dan pembagian manfaat (ABS) yang adil, hingga penguatan tata kelola dan pembiayaan inovatif,” jelas Deputi Teguh.

Lebih lanjut, Deputi Teguh menyampaikan bahwa arah kebijakan tersebut telah diarusutamakan dalam RPJPN 2025–2045, RPJMN 2025–2029, serta Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045 sebagai bagian dari agenda pembangunan hijau dan penguatan bioekonomi nasional.

Pemerintah juga tengah mendorong pengembangan bioprospeksi sektoral melalui inisiatif seperti Peta Jalan Blue Economy Indonesia 2025–2045, Peta Jalan Hilirisasi Rempah 2025–2045, dan penguatan industri bioteknologi berbasis sumber daya hayati.

“Dengan memaksimalkan bioprospeksi secara berkelanjutan dan berkeadilan, Indonesia memiliki peluang besar untuk menciptakan ekonomi yang lebih hijau, inovatif, kompetitif, dan tangguh menghadapi tantangan global, sekaligus memastikan kelestarian keanekaragaman hayati bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Rektor Universitas Pakuan, Prof. Dr. rer.pol. Ir. Didik Notosudjono, M.Sc., IPU, ASEAN Eng., dalam paparannya menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pengembangan bioprospeksi untuk mendukung bioekonomi berkelanjutan di Indonesia melalui riset-riset berbasis biodiversitas lokal yang menghasilkan inovasi aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat serta dunia industri.

Menurutnya, perguruan tinggi harus bertransformasi menjadi perguruan tinggi berdampak yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan melalui penguatan riset, inovasi, dan kolaborasi multipihak.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga prinsip konservasi, keberlanjutan, dan keadilan manfaat bagi masyarakat lokal dalam pemanfaatan kekayaan biodiversitas Indonesia sebagai fondasi pembangunan ekonomi masa depan yang tangguh dan berkelanjutan.

Sementara itu, pada waktu yang sama, Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Hadi Sukadi Alikodra, menjelaskan bioprospeksi adalah penelusuran, klasifikasi, dan investigasi secara sistematik produk yang berguna seperti senyawa kimia baru, bahan aktif, gen, protein, serta informasi genetik lain untuk tujuan komersil dengan nilai ekonomi aktual dan potensial yang ditemukan dalam keragaman hayati.

“Melalui komersialisasi bioprospeksi diharapkan dapat memperkuat ekonomi nasional secara berkelanjutan, karena kegiatannya dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian dengan tetap menjaga kelestarian keanekaragaman hayati. Dari sistem royalti yang dihasilkannya, bioprospeksi dapat menjadi dukungan finansial bagi kegiatan perlindungan dan pelestarian hutan, termasuk perlindungan masyarakat hukum adat. Di samping itu dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekonomi masyarakat, sumber pendapatan asli daerah, dan meningkatkan devisa negara”, ujar Prof. Hadi S. Alikodra.

Dalam opening speech-nya, Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Prof. Dr. Sri Setyaningsih, M.Si., berharap bahwa seminar/webinar nasional yang dikemas melalui BLS Eps.15 ini dapat menjadi wadah bagi semua pihak untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta gagasan baru, tentang bioprospeksi untuk bioekonomi berkelanjutan di Indonesia.

“Kami berterima kasih kepada Belantara Foundation dan mitra lainnya, yang telah mendukung penuh acara ini sehingga berjalan dengan lancar dan sukses. Semoga BLS Eps. 15 ini membawa manfaat besar bagi upaya perlindungan dan pengelolaan keanekaragaman hayati secara adil dan berkelanjutan di Indonesia,” pungkasnya

Turut hadir sebagai narasumber yang memiliki pengalaman dalam bioprospeksi di Indonesia secara berturut-turut yaitu Ketua LPPM Universitas Pakuan, Dr. apt., Lusi Agus Setiani, M.Farm.; Heads Corporate Advance Research and Evaluation Centre Martha Tilaar Group, Maily, S.Si., M.Biomed.; dan  Marketing Manager PT. Alam Siak Lestari, Fahmi Afdhi Zaky,  Acara BLS Eps.15 ini dipandu oleh Pemimpin Redaksi Majalah Trubus (2020-2023), Sardi Duryatmo.

 

 

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2