Universitas Pakuan Kaji Daya Dukung Pangan dan Lingkungan Berbasis Lahan Sawah di Purwakarta

Klikhijau.com - Pulau Jawa merupakan sentra produksi beras dengan menyumbang produksi beras sebesar 53% dan Jawa Barat menyumbang 17% produksi rata-rata padi nasional. Menurut dokumen Kebijakan Pem...

Universitas Pakuan Kaji Daya Dukung Pangan dan Lingkungan Berbasis Lahan Sawah di Purwakarta
Bacakan Artikel

[irp]

Pada dasarnya, berkurangnya lahan sawah tidak hanya mengancam ketahanan pangan, namun juga keberlangsungan dan kelestarian lingkungan.

Atas dasar tersebut, dosen dan mahasiswa dari Prodi Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan melakukan studi Analisis Daya Dukung Pangan dan Lingkungan Berbasis Lahan Sawah di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Tim kajian yang beranggotakan Dr. Dolly Priatna, M.Si.,ย  Dr. Rosadi, SP., MM., Prof. Dr. Isman Kadar, dan Budi Saputro ini, bermaksud merumuskan rekomendasi strategi peningkatan daya dukung pangan guna mencapai ketahanan pangan di Kabupaten Purwakarta.

Kajian yang dilakukan pada Januari โ€“ April 2022 ini mengungkapkan analisis spasial di Kabupaten Purwakarta pada periode 2013-2017 telah terjadi pengurangan lahan sawah menjadi area terbangun sebesar 195,55 ha, dengan pengurangan lahan sawah terbesar menjadi industri yaitu sebesar 117,99 ha (60,34%). Sedangkan pada periode 2017-2021 pengurangan lahan sawah menjadi area terbangun yaitu sebesar 401,83 ha, dengan pengurangan lahan sawah menjadi pemukiman cukup tinggi yaitu sebesar 196,76 ha (48,97%).

[irp]

Selain itu, berdasarkan hasil analisis spasial lahan sawah tahun 2021 dengan pola ruang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Purwakarta tahun 2011-2031terdapat perencanaan untuk mengubah peruntukan, dari areal yang saat ini berupa lahan sawah akan dikembangkan menjadi berbagai peruntukan antara lain kawasan ย industri seluas 1.934,35 ha, pemukiman seluas 1.598,30 ha, serta untuk perumahan, perdagangan dan jasa seluas 210,29 ha.

Di sisi lain, daya dukung lingkungan Kabupaten Purwakarta dengan pendekatan jasa ekosistem berupa penyediaan jasa pangan pada tahun 2021 mencapai 142.506,51 ton, dengan penerima jasa pangan sebanyak 997.869 jiwa penduduk. Penerima jasa pangan ini akan terus meningkat hingga 2045 yang akan mencapai 1.095.934 jiwa penduduk.

Pada kesempatan ini, Dolly Priatna, salah satu anggota tim kajian, mengatakan bahwa salah satu faktor penting dalam daya dukung pangan dan lingkungan adalah adanya lahan sawah. Semakin luas lahan sawah yang terlindungi dan semakin produktif lahan sawah tersebut, maka akan semakin tinggi pula daya dukung pangan dan lingkungannya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: