The Beauty, Gambaran Nyata Jika Sampah di Laut itu Bernapas

Klikhijau.com โ€“ Laut tanpa campur tangan manusia adalah surga. Itu jika surga digambarkan penuh dengan keindahan, maka laut yang alami juga demikian. Lalu apa kabar laut di tahun 2050 mendatang? Ka...

The Beauty, Gambaran Nyata Jika Sampah di Laut itu Bernapas
Bacakan Artikel

Nah, kecerdasan itulah yang membawa manusia menemukan plastik. Temuan yang awalnya digadang-gadang dan diagungkan sebagai penyelamat lingkungan

Penyelamat yang jadi petaka

Keberadaan plastik bertujuan untuk mengurangi pembungkus yang terbuat dari kertas. Kertas yang berbahan baku kayu, semakin massif digunakan akan semakin menipiskan kayu di bumi.

Karena itulah ketika John Wesley Hyatt menemukan polimer sintetis tahun 1869. Hal tersebut dianggap sebagai solusi untuk menyelamatkan bumi. Namun, waktu terus saja bergerak, plastik yang awalnya sebagai penyelamat lingkungan atau bumi menjadi malapetaka

Namun sampah, khususnya sampah plastik yang kita buang dalam imajinasi dan kreativitas Pascal Schelbli menjadi kehidupan baru di laut. Sampah-sampah itu menjelma menjadi makhluk hidup.

[irp]

Pascal Schelbli menunjukkan hal itu dalam film pendek animasi berjudul The Beauty. Di mana sampah-sampah bertransformasi menjadi makhluk hidup di lautan menggantikan ikan, rumput laut, dan batu karang yang sesungguhnya.

Film pendek yang diproduksi pada tahun 2019 itu, pada awalnya tidak memperlihatkan kengerian sampah plastik di laut. ย Justru kita akan temukan ikan yang berenang riang bersalin wajah jadi sandal jepit, rumput laut menjadi sedotan plastik, sendok plastik berubah menjadi karang.

Tidak hanya itu, penonton juga akan menemukan belut dari ban bekas yang berenang ke sana ke mari. Ikan buntal terbuat dari plastik gelembung udara, dan botol plastik berubah jadi ikan serta kantong plastik menjelma jdi ubur-ubur.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: