The Beauty, Gambaran Nyata Jika Sampah di Laut itu Bernapas

Klikhijau.com – Laut tanpa campur tangan manusia adalah surga. Itu jika surga digambarkan penuh dengan keindahan, maka laut yang alami juga demikian. Lalu apa kabar laut di tahun 2050 mendatang? Ka...

The Beauty, Gambaran Nyata Jika Sampah di Laut itu Bernapas
Bacakan Artikel

Film pendek yang diproduksi pada tahun 2019 itu, pada awalnya tidak memperlihatkan kengerian sampah plastik di laut.  Justru kita akan temukan ikan yang berenang riang bersalin wajah jadi sandal jepit, rumput laut menjadi sedotan plastik, sendok plastik berubah menjadi karang.

Tidak hanya itu, penonton juga akan menemukan belut dari ban bekas yang berenang ke sana ke mari. Ikan buntal terbuat dari plastik gelembung udara, dan botol plastik berubah jadi ikan serta kantong plastik menjelma jdi ubur-ubur.

Apa yang ditampilkan oleh Pascal Schelbli dalam film pendeknya itu, sedikit banyaknya menggambarkan kondisi laut di tahun 2050 yang diprediksi akan lebih banyak sampah, terkhusus plastik daripada ikan.

Sampah itu bernapas

Film pendek animasi tersebut memang menyorot isu polusi di lautan. The Beauty merupakan sebuah perjalanan puitis dalam melintasi lautan, yang mengagumkan sekaligus menjijikan, yang menggambarkan jika sampah di laut tidak mati—mereka bernapas.

“Terkadang saya merasa mati rasa dan tidak berdaya terkait topik pencemaran laut. Jadi, saya punya ide tentang bagaimana jika plastik dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan laut? Ternyata, mimpi sederhana ini benar-benar bisa tercapai. Melalui cucuran keringat, air mata, dan bantuan tim yang luar biasa, (proyek) ini menjadi sesuatu membanggakan dan saya ingin membaginya kepada seluruh dunia,” ucap Schelbli kepada Bored Panda.

Bagi yang menonton film pendek tersebut, memungkinkan akan melahirkan rasa bersalah  karena telah membuang sampahnya secara tidak bertanggung jawab.

Meski durasi film pendek animasi itu hanya 04:13 menit saja, tapi waktu yang diperlukan dalam keseluruhan pembuatannya hingga 20 bulan lamanya.

Dalam pembuatan The Beauty,  Schelbli tidak sendiri, ia dibantu oleh  9 orang kru inti. Kru itu berasal rekan-rekan Schelbli di sekolah film. JIka ditotal ada 20 orang yang terlibat dalam film tersebut.

“Melalui film ini, saya dapat menyisipkan pengaruh secara tersembunyi pada seseorang yang menonton The Beauty. Sejauh ini saya tidak mendapatkan tanggapan negatif. Ketika seseorang memberi tahu saya bahwa mereka menangis setelah menonton film ini, saya sangat terkesan,” terangnya

Oya, sahabat hijau, The beauty  telah berhasil memenangkan penghargaan Student Academy Award 2020.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2