Ternyata Bukan Hanya Makanan, Waktu Makan Juga Pengaruhi Kesehatan

Klikhijau.com – Rasa lapar kadang datang pada waktu tidak tertentu. Jika ia datang, rasa lemas dan kurang semangat akan menyertainya. Satu-satunya cara yang paling tepat mengusir rasa lapar adalah den...

Ternyata Bukan Hanya Makanan, Waktu Makan Juga Pengaruhi Kesehatan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Riset ini dilakukan oleh tim dari MRC Laboratory of Molecular Biology (LMB) di Cambridge dan University of Manchester. Riset dilakukan dengan melakukan percobaan pada sel-sel yang dikultur, yang kemudian diterapkan kepada tikus.

Peneliti kemudian melakukan percobaan pada tikus dengan memberi para tikus makan saat-saat tikus biasanya beristirahat. Hasilnya, perlakuan ini menyebabkan ritme sirkadian alami para tikus terganggu.

Inti dari jam seluler ini adalah seperangkat molekul kompleks yang interaksinya menyediakan waktu 24 jam yang tepat," jelas Dr John O'Neill, peneliti dari MRC LMB di Cambridge.

Menurutnya, insulin yang dilepaskan ketika makan dapat bertindak sebagai sinyal waktu untuk sel-sel di seluruh tubuh.   Ritme sirkadian tubuh menentukan banyak perilaku, termasuk ketika tubuh siap tidur, membutuhkan makanan, kadar hormon, dan responsnya terhadap pengobatan.

Selain paparan sinar matahari yang didapatkan, peneliti menjelaskan ritme sirkadian seseorang juga selaras dengan waktu makan mereka.

Makan pada waktu yang tidak teratur dapat menyebabkan gangguan pada ritme sirkadian. Namun, para peneliti menyatakan bagaimana tubuh merasakan dan merespons waktu makan yang tidak biasa belum dieksplorasi secara efisien.

Dr Priya Crosby, selaku pemimpin riset, menjelaskan pentingnya hubungan antara waktu makan dan kesehatan kita.

"Data kami menunjukkan makan di waktu yang salah dapat berdampak besar pada ritme sirkadian kita," kata Dr Crosby.

Menurut Dr Crosby, memberi perhatian khusus pada waktu makan dan paparan cahaya merupakan cara terbaik untuk mengurangi dampak buruk dari pekerjaan dengan sistem shift atau dengan waktu yang tidak konsisten.

Dr David Bechtold, seorang dosen senior di University of Manchester, menekankan dampak negatif jangka panjang yang dapat ditimbulkan oleh jam tubuh terhadap kesehatan secara keseluruhan.

"Kita sudah tahu masyarakat modern menghadapi banyak tantangan bagi kesehatan dan kesejahteraan kita - hal-hal yang dipandang biasa, seperti kerja shift, kurang tidur, dan jet lag, yang mengganggu jam tubuh kita," kata Dr Bechtold.

Menurutnya, temuan ini telah menjelaskan gangguan sirkadian meningkatkan risiko penyakit, termasuk penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.

Semoga tulisan Ariska Puspita Anggraini bisa membuat kita mengatur pola makan demi kesehatan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2